Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ikut Senang Serangan Balik Ukraina Berhasil, AS Sebut Putin Belum Kerahkan Seluruh Pasukan Rusia

AS mengingatkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin masih belum mengerahkan seluruh pasukan militernya.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Anton Novoderezhkin / SPUTNIK/AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin saat acara parade hari kemenangan di Saint Petersburg, 9 Mei 2022. 

"Di beberapa daerah di garis depan, para pembela kami mencapai perbatasan negara bagian dengan Federasi Rusia," kata Oleh Synyehubov, gubernur wilayah timur laut Kharkiv.

Seorang juru bicara intelijen militer Ukraina mengatakan pasukan Rusia menyerah secara massal karena mereka memahami keputusasaan situasi mereka.

Seorang penasihat presiden Ukraina mengatakan ada begitu banyak tawanan perang (POW) sehingga negara kehabisan ruang untuk menampung mereka.

Penasihat presiden Ukraina Oleksiy Arestovich tidak merinci jumlah tahanan Rusia tetapi mengatakan tawanan perang akan ditukar dengan tentara Ukraina yang ditahan oleh Moskow.

Juru bicara intelijen militer Andriy Yusov mengatakan pasukan yang ditangkap termasuk sejumlah besar perwira Rusia.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan meski masih hari-hari awal dalam serangan balasan, pasukan Ukraina telah membuat kemajuan yang signifikan.

"Apa yang telah mereka lakukan direncanakan dengan sangat metodis dan tentu saja itu mendapat manfaat dari dukungan signifikan dari Amerika Serikat dan banyak negara lain dalam hal memastikan bahwa Ukraina memiliki peralatan yang dibutuhkan untuk menuntut serangan balasan ini," kata Blinken selama konferensi pers di Meksiko.

Mengenakan rompi antipeluru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilik bangunan yang hancur di Kharkiv dan sekitarnya, tempat pasukan Rusia mundur dalam beberapa pekan terakhir, Minggu (29/5/2022).
Mengenakan rompi antipeluru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilik bangunan yang hancur di Kharkiv dan sekitarnya, tempat pasukan Rusia mundur dalam beberapa pekan terakhir, Minggu (29/5/2022). (Layanan Pers Kepresidenan Ukraina)

Baca juga: Serangan Kejutan Ukraina Sukses Desak Tentara Rusia di Kharkiv, Lebih dari 1000 Km telah Dibebaskan

Saat bendera Ukraina biru-kuning berkibar di atas kota-kota yang baru dibebaskan, militer Ukraina mengatakan telah membebaskan lebih dari 20 pemukiman dalam 24 jam.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, dalam beberapa hari terakhir, pasukan Kyiv telah merebut wilayah setidaknya dua kali lebih besar dari London.

Pergeseran teritorial ini menandai salah satu pembalikan terbesar Rusia sejak pasukannya ditolak dari Kyiv pada hari-hari awal invasi pada 24 Februari.

Sergey Markov, mantan penasihat Putin dan direktur Institut Studi Politik, mengatakan tentara Rusia harus mengubah strategi.

"Di satu sisi Rusia tidak memberikan informasi atas kegagalan ini karena di Rusia kami memiliki tiga hari pemilihan regional dan pemerintah tidak tertarik untuk memberikan informasi negatif kepada warga,” kata Markov.

"Tapi di sisi lain itu jelas gagal dan Rusia harus mengubah strategi. Banyak analis di sini percaya bahwa Rusia harus meningkatkan operasi militernya di Ukraina. Kegiatan militer Rusia terlalu sopan, terlalu sederhana,” tambahnya.

Sementara itu, dikabarkan bahwa komando militer federasi Rusia telah berhenti mengirim unit baru ke Ukraina, menyusul serangan balasan dramatis Ukraina yang telah mengubah bentuk perang dan membuat Moskow terguncang.

"Komando militer federasi Rusia telah menangguhkan pengiriman unit baru yang sudah terbentuk ke wilayah Ukraina," kata para pejabat staf umum angkatan bersenjata Ukraina di halaman Facebook.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Amerika SerikatRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved