Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

VIDEO - Bharada S Dihukum Demosi 1 Tahun, Buntut Intimidasi Wartawan dalam Kasus Ferdy Sambo

Bharada Sadam dihukum demosi selama setahun dan ditahan selama 20 hari, terbukti telah melanggar kode etik.

TRIBUNWOW.COM - Bharada Sadam alias Bharada S baru saja menyelesaikan sidang Kode Etik dan Profesi Polri.

Bharada S menjalani sidang Kode Etik dan Profesi buntut melakukan intimidasi terhadap wartawan di rumah Ferdy Sambo.

Saat itu, seorang wartawan yang sedang meliput kasus kematian Brigadir Yousua Hutabarat alias Brigadir J.

Hasilnya, dia dihukum demosi selama setahun dan ditahan selama 20 hari.

Baca juga: VIDEO Kapolri Wanti-wanti Anggotanya Tak Lakukan Pelanggaran, akan Dicopot Siapa pun Pelanggarnya

Keputusan sidang etik itu dibacakan langsung oleh Ketua Komisi Sidang Etik Kombes Rachmat Pamudji.

Menurut Rachmat, Bharada Sadam telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar etik.

"Menjatuhkan sanksi berupa, sanksi etik yaitu perilaku pelanggaran dinyatakan sebagi perbuatan tercela, kewajiban pelaggar meminta maaf seara lisan terhadap komisi etik Polri dan secara tertulis kepada pimpinan Polri.

Kedua, sanksi administratif mutasi bersifat demosi selama satu tahun," kata Rachmat seperti dilihat Tribunnews dari portal Polri TV, Senin (12/9/2022).

Selain itu, sidang etik juga menemukan fakta yang meringankan karena Bharada Sadam kooperatif dalam memberikan keterangan saat persidangan.

Akibat perbuatan itu, Bharada Sadam telah menjalani penahanan di tempat khusus selama 20 hari di Mako Brimob.

Menurut Rachmat, majelis komisi sidang kode etik menyimpulkan bahwa Bharada Sadam telah melakukan perbuatan tercela dengan mengintimidasi wartawan yang sedang bertugas meliput kasus kematian Brigadi J.

"Bharada Sadam melakukan perbuatan berupa telah mengintimidasi dan mengambil foto dan video yang tersimpan pada hp wartawan detik.com dan CNN yang melakukan peliputan di rumah pribadi Kadiv Propam Polri atas nama Irjen pol Ferdy Sambo di Saguling," jelas Rachmat.

Lebih lanjut, Rachmat menuturkan bahwa tindakan Bharada Sadam menyebakan pemberitaan viral dan membuat reputasi Polri menjadi buruk di masyarakat.

Baca juga: VIDEO Panglima TNI Andika Perkasa Ungkap Kebanggaannya terhadap TNI AL, Bandingkan sama Negara Lain

"Terduga pelanggar terbukti tidak menjaga reputasi dan kehormatan Polri, termasuk kategori melanggar kode etik sedang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved