Terkini Daerah
Berita Ganjar Pranowo: WA Azwar Anas, Gubernur Jateng Minta Kaji Ulang Rencana Penghapusan Honorer
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membeberkan 3 poin yang disampaikannya pada MenPAN-RB RI yang baru, Azwar Anas.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku telah mengirim pesan langsung ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) RI yang baru, Azwar Anas.
Dilansir TribunWow.com, Ganjar meminta agar penghapusan tenaga kerja honorer per-2023 untuk kembali dipertimbangkan.
Melalui pesan tersebut, ia memberikan tiga poin yang perlu dikaji sebelum keputusan itu difinalkan.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Gerak Cepat Sambangi Petani yang Viral karena Mengadu Tak Bisa Beli BBM
Hal ini disampaikannya setelah menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI masa persidangan I tahun 2022-2023.
Selain mengucapkan selamat, Ganjar juga menyampaikan ajakan untuk berdiskusi mengenai nasib tenaga honorer.
"Pada saat dilantik saya WA, selamat Pak Anas ada PR-PR penting. Satu kita selesaikan soal honorer, dalam konteks otonomi daerah dan kebutuhan. Maka kita bisa sharing," kata Ganjar dikutip laman jatengprov.go.id, Senin (12/9/2022).
Kedua, Ganjar mengusulkan untuk perekrutan PPPK tidak lagi menggunakan tes potensi akademik, terutama bagi mereka yang sudah berpengalaman.
"Wabil khusus untuk menyelesaikan honorer ini, tolong yang punya pengalaman sudah puluhan tahun, belasan tahun, testingnya diubah. Tidak lagi menggunakan model testing potensi akademis, tapi betul-betul skill. Maka yang di kami, provinsi, sudah lakukan itu," beber Ganjar.

Baca juga: Berita Ganjar Pranowo - Semprot Kontraktor Buntut Pekerjaan Tanggul Laut Rp 12,75 M Berantakan
Ketiga, Ganjar berpesan agar pemerintah mempertimbangkan para ASN yang kompeten dengan memberi penghargaan.
"Saya sampaikan terkait dengan honorer ini rasanya kita butuh duduk bareng, dan saya juga sampaikan pada ASN-ASN yang bagus mesti tetap kita kasih reward, kita promo, kita kasih kesempatan mereka bisa sampai jabatan tertinggi. Tapi mereka yang korupsi, narkoba, asusila, dan seterusnya, dipecat saja, dipermudah, jangan sulit-sulit. Sehingga nanti ASN-nya bisa sangat kompetiti," tandasnya.
Menurut Ganjar, aturan penghapusan tenaga honorer dari KemenPAN-RB dinilai masih terlalu tergesa-gesa.
Pasalnya, di daerah-daerah masih banyak membutuhkan tenaga kontrak karena terbatasnya pegawai.
"Maka saran saya di-review dulu," kata Ganjar.
"Kalau itu memang harus dilaksanakan, maka kita menyiapkan SDM-nya agar dia multitalented. Sehingga mereka bisa bekerja dengan kemampuan-kemampuan mereka. Tentu butuh skill tambahan, tapi itu kan butuh waktu ya. Makanya tidak bisa dalam waktu pendek."
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo - Sang Gubernur Terbelalak Ada Kuli Bisa Angkut 10 Ton dalam 30 Menit
Ganjar Ungkap Strategi Bebaskan 60 WNI