Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

VIDEO Komnas HAM Bantah Pihaknya Membela Ferdy Sambo: Tidak Ada Skenario

Komnas HAM tegaskan tak membela Ferdy Sambo terkait kasus Brigadir J, ini alasan mereka menghidupkan kembali isu pelecehan Putri Candrawathi.

Editor: Lailatun Niqmah

TRIBUNWOW.COM - Tudingan membela tersangka pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo belakangan ini dilontarkan sejumlah pihak kepada Komnas HAM.

Menanggapi hal itu, Komnas HAM langsung memberikan bantahan dan menegaskan pihaknya sama sekali tidak membela Ferdy Sambo dalam kasus Brigadir J.

Diketahui, tudingan ini muncul lantaran Komnas HAM menghidupkan kembali dugaan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Padahal, Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto dan Dirtipidum, Brigjen Andi Rian Djajadi, menyatakan penyidikan terhadap dugaan pelecehan seksual dihentikan karena tak ditemukan unsur pidana dan buktinya.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan alasan pihaknya kembali merekomendasikan penyidik untuk menindaklanjuti dugaan tersebut karena berangkat dari kesaksian dan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

"Tidak ada skenario, tidak ada upaya pembelaan. Kami berangkat dari fakta-fakta, ada kesaksian, kemudian ada kesaksian lain, sesuai Pasal 25 ayat 3 a dan b (UU TPKS)."

"Bahwa mereka melihat Ibu Putri menangis, keterangan dari saksi lain. Kemudian kami juga meminta keterangan dari psikolog klinis yang mendampinginya, ada dua orang."

Baca juga: VIDEO Sosok AKBP Jerry Siagian, Dipecat Tak Hormat Polri karena Naikkan Laporan PC ke Penyidikan

"Setidaknya mereka berdua ini mengatakan bahwa Ibu Putri ketika dimintai keterangan, melakukan pendekatan dan pendalaman, ini konsisten dengan penjelasannya, bahwa dia mengalami kekerasan seksual," urai Taufan dalam acara Rosi, dikutip Tribunnews.com, Minggu (11/9/2022).

Sebagai informasi, berikut bunyi Pasal 25 ayat 3 a dan b UU TPKS yang disebut Taufan:

a. orang yang dapat memberikan keterangan yang berhubungan dengan perkara Tindak Pidana Kekerasan Seksual meskipun tidak ia dengar sendiri, tidak ia lihat sendiri, dan tidak ia alami sendiri, sepanjang keterangan orang itu berhubungan dengan tindak pidana tersebut;

b. Saksi yang keterangannya berdiri sendiri tetapi ada hubungannya satu dengan yang lain sedemikian rupa sehingga dapat membenarkan adanya suatu kejadian atau keadaan tertentu dan keterangannya dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah baik dalam kualifikasi sebagai keterangan Saksi maupun petunjuk.

Saat disinggung Rosiana Silalahi mengapa Komnas HAM kembali memunculkan isu dugaan pelecehan, padahal sudah di-SP3, Taufan membantahnya.

Ia mengatakan dugaan pelecehan seksual pada Putri Candrawathi ada dalam BAP, rekonstruksi, hingga berkas perkara yang sudah dikirimkan ke Kejaksaan Agung.

"Siapa yang bilang tutup? Tidak.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved