Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Terungkap Kata-kata Terakhir Brigadir J sebelum Ditembak, Bripka RR Sebut Ferdy Sambo Teriak Begini

Tersangka Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR membeberkan ucapan terakhir Brigadir J sebelum dieksekusi Bharada E dan Ferdy Sambo.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/ Kristianto Purnomo; istimewa; WartaKota/ Yulianto
Kolase Ferdy Sambo (kiri), Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J (tengah), dan Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR. Terbaru, Bripka RR mengungkapkan perkataan terakhir Brigadir J jelang kematiannya, Minggu (11/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Tersangka Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR membeberkan ucapan terakhir Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sebelum kematiannya.

Dilansir TribunWow.com, ia membeberkan detik-detik eksekusi Brigadir J yang dilakukan tersangka Bharada Richard Eliezer alias Bharada E.

Melalui pengacaranya, Erman Umar, Bripka RR menyampaikan bahwa tersangka otak pelaku Ferdy Sambo sempat berteriak pada korban.

Baca juga: Diduga Dapat Rp 500 Juta dari Ferdy Sambo, Terungkap Tugas Bripka RR Selama di Magelang

Seperti dikutip dari kanal Narasi Newsroom, Minggu (11/9/2022), Erman membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang berisi pengakuan Bripka RR.

Sang klien membeberkan kejadian di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta, saat insiden terjadi pada Jumat (8/7/2022).

"'Begitu saya (Bripka RR) masuk dalam rumah, di ruang tengah saat itu sudah ada Sambo dan RE'," tutur Erman.

Adegan eks kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo melakukan rekonstruksi penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Jl. Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/8/2022).
Adegan eks kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo melakukan rekonstruksi penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Jl. Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/8/2022). (YouTube Polri TV Radio)

Baca juga: Mulai Jujur, Bripka RR Akhirnya Akui Lihat Ferdy Sambo Menembak, Pengacara Ungkap Kronologi

Ketika memasuki ruangan, Bripka RR melihat Brigadir J sudah berhadapan dengan Ferdy Sambo dan Bharada E.

Ia kemudian mendengar Ferdy Sambo berseru memerintahkan korban untuk berjongkok.

"'Saya berjalan ke ruang tengah, ke arah Yosua berada di depan Pak Sambo dan RE, kemudian saya hanya ingat mendengar Pak FS mengucapkan 'Jongkok!'."

Namun, Brigadir J tak serta merta menuruti perintah atasannya dan justru berusaha melindungi diri.

Seolah kebingungan, Brigadir J menanyakan apa yang terjadi, sebelum kemudian timah panas menembus tubuhnya yang langsung mengakibatkan kematian.

"Tetapi Yosua tidak mau dan mundur untuk mengangkat kedua tangan di depan dada untuk melindungi diri, sambil berkata 'Eh, ada apa ini?'," tutur Erman.

"Lalu RE menembakkan ke arah dada Yosua menggunakan senjata miliknya. Sampai Yosua jatuh tertelungkup di dekat tangga di depan kamar mandi."

Baca juga: Menangis Minta Bripka RR Tembak Brigadir J, Ferdy Sambo Beri Sejumlah Uang karena Hal Ini

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 12.15:

10 Kesaksian Baru Bripka RR

Tersangka Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, akhirnya membongkar fakta terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dilansir TribunWow.com, ia mengungkapkan 10 poin kesaksian baru yang membantah adanya skenario tembak-menembak yang dibuat atasannya, eks Kadiv Propam Ferdy Sambo.

Menurut pengacaranya, Erman Umar, perubahan kesaksian ini terjadi setelah Bripka menerima kunjungan dari keluarga.

Baca juga: Brigadir J Berubah Sikap seusai Bicara 4 Mata dengan Putri di Magelang, Bripka RR Tanyakan Hal Ini

Ternyata, kedatangan istri dan adiknya tersebut membawa pesan dari orangtua Bripka RR.

Mereka meminta agar mantan ajudan Ferdy Sambo itu membuka secara terang kronologi kejadian sebenarnya.

"Ternyata saudara RR dikunjungi oleh istri dan adik kandungnya," terang Erman dikutip kanal YouTube tvOneNews, Sabtu (10/9/2022).

"Dan itu pesan dari orangtuanya, untuk mengunjungi saudaranya, suaminya, memintadia berbicara benar, apa yang terjadi sebenarnya, tidak ada yang ditutup-tutupi."

Menurut Erman, Bripka RR awalnya bersikeras mengikuti arahan Ferdy Sambo soal peristiwa tembak-menembak.

Namun, karena dukungan berbagai pihak, ia pun bersedia jujur dan memberikan kesaksian baru terkait kronologi pembunuhan rekannya.

"Dari awal tentunya mengikuti permintaan Sambo menjadi isu yang dituangkan di Kapolres Jakarta Selatan, bahwa seolah dia mengetahui acara tembak-menembak antara Yosua dan Richard, (lalu) berubah," terang Erman.

"Mungkin semua pihak berperan, bukan hanya keluarga, mungkin juga pihak Institusi Polri yang mendukung, atau pihak banyaklah," tandasnya.

Foto Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J diapit dua tersangka yang membunuhnya yakni mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (kiri) dan Bripka Ricky Rizal alias RR (Kanan).
Foto Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J diapit dua tersangka yang membunuhnya yakni mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (kiri) dan Bripka Ricky Rizal alias RR (Kanan). (Istimewa via Tribunnews.com)

Baca juga: Kronologi di Magelang Versi Bripka RR, Lihat Putri Cari Brigadir J, Susi Nangis, hingga Kuat Murka

Dikutip TribunWow.com, berikut 10 poin kesaksian terbaru Bripka RR.

1.Bharada E ditelepon Putri agar pulang ke rumah Magelang.

2. Bripka RR tak tahu soal peristiwa dugaan pelecehan seksual.

3. Kuat menceritakan pada Bripka RR soal kejadian yang diklaim sebagai pelecehan seksual.

4. Kuat sempat mengancam Brigadir J dengan pisau.

5. Putri sempat menanyakan Brigadir J dan meminta dipanggilkan ke kamar.

6. Brigadir J dan Putri sempat bicara empat mata kurang lebih selama 15 menit di Magelang.

7. Brigadir J enggan menceritakan masalahnya pada Bripka RR.

8. Bripka RR menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

9. Ferdy Sambo menanyakan peristiwa di Magelang.

10. Ferdy Sambo perintahkan Brigadir J jongkok di depannya sebelum eksekusi.

(TribunWow.com/Via)

Berita lain terkait

Tags:
Ferdy SamboBripka RRBrigadir JBharada EPolisi Tembak PolisiPutri Candrawathi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved