Ratu Elizabeth II Meninggal
Pastikan Putin Tak Hadir Pemakaman Ratu Elizabeth II, Media Rusia Sorot Rencana Kedatangan Joe Biden
Rusia buka suara akan rencana kehadiran Presiden Vladimir Putin di acara pemakaman Ratu Elizabeth II yang juga akan dihadiri Presiden AS Joe Biden.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov buka suara terkait rencana pemakaman Ratu Elizabeth II di Inggris.
Dilansir TribunWow.com, pihaknya memastikan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan hadir di acara tersebut.
Selain itu, rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden juga menjadi sorotan.
Baca juga: Putin akan Wakili Rusia ke Pemakaman Ratu Elizabeth II di Tengah Konflik Ukraina? Ini Jawaban Moskow
Diketahui, hubungan Rusia dan AS kian memanas akibat konflik di Ukraina yang tak berkesudahan.
Tak jarang dua pemimpin negara tersebut saling mengkritik bahkan mengeluarkan sindiran untuk masing-masing lawannya.
Sebelumnya, kedua pemimpin yang berseteru ini diperkirakan akan bertemu dalam pemakaman Ratu Elizabeth II yang wafat pada Kamis (8/9/2022).
Adapun pemakaman akan dilangsungkan 10 hari setelah kematiannya.
Namun kemudian, Putin dikabarkan tidak akan datang ke acara seremonial tersebut karena adanya sejumlah faktor.
"Tidak, kami tidak mempertimbangkan opsi seperti itu," kata Peskov dalam jumpa pers dikutip media Rusia TASS, Jumat (9/9/2022).
Juru bicara itu mengatakan dia tidak yakin bahwa Ratu Elizabeth II memiliki tempat khusus di hati orang Rusia.
Namun, dia menekankan bahwa Ratu Elizabeth II dihormati di Rusia karena kualitas pribadinya.
"Dia diperlakukan dengan sangat hormat di Rusia, sama seperti di seluruh dunia, untuk kebijaksanaannya, dan untuk otoritas globalnya. Kualitas seperti itu kurang saat ini di panggung internasional," jelas Peskov.

Baca juga: Joe Biden Dijuluki Kaisar Tanpa Busana Buntut Kegagalan AS Jatuhkan Rusia Melalui Konflik Ukraina
Peskov tetap bungkam tentang siapa yang akan mewakili Rusia pada upacara pemakaman Ratu Elizabeth II dengan mengatakan bahwa protokol upacara masih belum dipublikasikan.
"Praktik protokolnya belum diumumkan," kilah Peskov.
"Apakah ada orang yang diizinkan untuk menghadiri pemakaman dan bagaimana hal itu akan diatur. Ini harus diumumkan oleh Royal Court atau otoritas Inggris. Belum ada pengumuman seperti itu," imbuhnya.
Di sisi lain, TASS juga menyoroti rencana kedatangan Joe Biden yang telah dikonfirmasi.
Pada hari Jumat (9/9/2022) ditegaskan bahwa ia bermaksud menghadiri upacara pemakaman Ratu Elizabeth II di Inggris.
"Ya," jawab Joe Biden saat ditanya tentang masalah ini selama kunjungannya ke Ohio.
"Saya belum tahu detailnya seperti apa, tetapi saya akan pergi," tambah pemimpin AS itu seperti dikutip oleh kelompok pers Gedung Putih.
Baca juga: Akan Bertemu, Putin dan Xi Jinping Diprediksi Umumkan Koalisi Rusia- China di Tengah Konflik Ukraina
Putin hingga Zelensky Ucap Belasungkawa
Sejumlah tokoh kenamaan dan pemimpin dunia mengucapkan duka cita atas meninggalnya Ratu Inggris Elizabeth II, Kamis (8/9/2022).
Dilansir TribunWow.com, di antaranya adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang tengah berkonflik.
Mengesampingkan hubungan internasionalnya yang tengah memanas, baik Rusia maupun Ukraina meluangkan waktu untuk berduka atas kepergian pimpinan monarki Inggris selama 70 tahun tersebut.
Baca juga: Jubir Biden Terdiam di Konpers saat Wartawan Heboh Sampaikan Kabar Ratu Elizabeth II Meninggal
Dilaporkan Al Jazeera, Jumat (9/9/2022), penghormatan telah mengalir dari seluruh dunia setelah Istana Buckingham mengumumkan bahwa Elizabeth II, ratu yang paling lama memerintah di dunia dan tokoh utama Inggris selama tujuh dekade, telah meninggal pada usia 96 tahun.
Pemerintahan ratu, yang dimulai pada tahun 1952, dipandang membawa stabilitas dan kesinambungan ke Inggris melalui banyak perubahan pada paruh terakhir abad ke-20 dan ke abad ke-21.
Istana mengatakan dia meninggal di Kastil Balmoral, kediaman musim panasnya di Skotlandia, di mana anggota keluarga kerajaan Inggris bergegas ke sisinya setelah kesehatannya memburuk.
Berikut adalah beberapa ucapan dari seluruh dunia:
"Saya berharap kalian memiliki keberanian dan ketahanan dalam menghadapi kehilangan yang sulit dan tidak dapat diperbaiki ini. Izinkan saya untuk menyampaikan belasungkawa dan dukungan yang tulus kepada anggota keluarga kerajaan dan seluruh rakyat Inggris Raya," kata Putin.
"Dengan kesedihan yang mendalam kami mengetahui kematian Yang Mulia Ratu Elizabeth II. Atas nama orang-orang UA, kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada @RoyalFamily, seluruh Inggris dan Persemakmuran atas kehilangan yang tidak dapat diperbaiki ini. Pikiran dan doa kami menyertai kalian,"kata Zelensky.

Baca juga: Ngeteh dengan Beruang Animasi hingga Akting Bareng James Bond, Ini Momen Viral Ratu Elizabeth II
"Kematian Yang Mulia Ratu adalah kejutan besar bagi bangsa dan dunia. Ratu Elizabeth II adalah batu di mana Inggris modern dibangun. Negara kita telah tumbuh dan berkembang di bawah pemerintahannya. Inggris menjadi negara besar seperti sekarang ini karena dia," kata Perdana Menteri Inggris Liz Truss.
"Dia mendefinisikan sebuah era. Dalam dunia yang terus berubah, dia adalah kehadiran yang stabil dan sumber kenyamanan dan kebanggaan bagi generasi orang Inggris, termasuk banyak orang yang tidak pernah mengenal negara mereka tanpa dia," kata Presiden AS Joe Biden.
"Ratu Elizabeth II adalah seorang wanita negarawan dengan martabat dan keteguhan yang tak tertandingi yang memperdalam Aliansi dasar antara Inggris dan Amerika Serikat. Dia membantu membuat hubungan kami istimewa."
"Sebagai Kepala Negara Inggris yang paling lama hidup dan paling lama memerintah, Ratu Elizabeth II secara luas dikagumi karena keanggunan, martabat, dan dedikasinya di seluruh dunia. Dia adalah kehadiran yang meyakinkan selama beberapa dekade perubahan besar, termasuk dekolonisasi Afrika dan Asia dan evolusi Persemakmuran," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
"Ratu Elizabeth II adalah teman baik Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan pernah mengunjungi Markas Besar kami di New York dua kali, terpisah lebih dari lima puluh tahun. Dia sangat berkomitmen untuk banyak kegiatan amal dan lingkungan dan berbicara dengan penuh semangat kepada para delegasi pada pembicaraan iklim COP26 di Glasgow."
"Saya ingin memberikan penghormatan kepada Ratu Elizabeth II atas dedikasinya yang tak tergoyahkan seumur hidup untuk melayani rakyatnya. Dunia akan lama mengingat pengabdian dan kepemimpinannya."(TribunWow.com/Via)