Breaking News:

Terkini Internasional

PBB Peringatkan Gelombang Panas dan Kebakaran Hutan Bisa Memperburuk Polusi Udara dan Kesehatan

Sebuah laporan dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB memperingatkan bahwa interaksi antara polusi dan perubahan iklim akan berdampak.

Flickr/Toshihiro Gamo
Ilustrasi Gelombang panas di Jepang - Sebuah laporan dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB memperingatkan bahwa interaksi antara polusi dan perubahan iklim akan berdampak. 

TRIBUNWOW.COM - Gelombang panas dan kebakaran hutan yang kerap terjadi karena perubahan iklim menjadi perhatian dunia.

Pasalnya, gelombang panas dan kebakaran hutan bisa memperburuk kualitas udara yang dihirup.

Dikutip TribunWOw.com dari Channelnewsasia, dampaknya, udara yang dihirup bisa membahayakan kesehatan manusia dan ekosistem.

Baca juga: Detik-detik Tunjungan Plaza Kebakaran, Saksi Ungkap Berasal dari Ledakan di Gerai Makanan Jepang

Hal itu turut diperingatkan oleh organisasi PBB, Rabu (7/9/2022).

Sebuah laporan dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB memperingatkan bahwa interaksi antara polusi dan perubahan iklim akan berdampak.

Ratusan juta orang di masa mendatang akan merasakan dampak tersebut.

Buletin Kualitas Udara dan Iklim tahunan WMO memeriksa dampak kebakaran hutan besar di Siberia dan Amerika Utara bagian barat pada tahun 2021.

Hasilnya, ditemukan adanya peningkatan bahaya kesehatan yang meluas.

Baca juga: Terancam Punah, Habitat Komodo Rusak karena Perubahan Iklim dan Kenaikan Permukaan Air Laut

Partikel kecil dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer dianggap sangat berbahaya karena dapat menembus jauh ke dalam paru-paru atau sistem kardiovaskular.

"Saat dunia memanas, kebakaran hutan dan polusi udara terkait diperkirakan akan meningkat," kata kepala WMO Petteri Taalas dalam sebuah pernyataan.

"Selain dampak kesehatan manusia, ini juga akan mempengaruhi ekosistem karena polutan udara mengendap dari atmosfer ke permukaan bumi."

WMO mengatakan bahwa beberapa wilayah seperti Amerika Utara bagian barat, Amazon, dan Australia mengalami lebih banyak kebakaran.

Bahkan di luar kebakaran hutan, iklim yang lebih panas dapat meningkatkan polusi dan memperburuk kualitas udara. (TribunWOw.com/ Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Terkini InternasionalPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)Gelombang Panaspolusi udaraWorld Health Organization (WHO)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved