Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Beri Perhatian pada Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Wapres Ma'ruf Amin Ingatkan Pesan Jokowi

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyinggung soal rekonstruksi kasus Brigadir J dan mengingatkan soal pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Instagram @kyai_marufamin
Potret Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin saat membuka acara Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim se-Indonesia, Selasa (2/8/2022). Terbaru, Ma'ruf Amin ingatkan soal transparansi proses kasus Brigadir J, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Presiden KH Mar'uf Amin mengingatkan perlunya transparansi dalam proses penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dilansir TribunWow.com, Ma'ruf Amin mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan agar kasus ini dibuka seterang-terangnya.

Selain itu, ia memberi perhatian khusus pada kecocokan proses rekonstruksi dan penulisan Berita Acara Perkara (BAP).

Baca juga: Yakin Konsorsium 303 Kaisar Ferdy Sambo Bukan Hoaks, IPW Bongkar Jumlah Bayaran Bekingan Bandar Judi

Pernyataan tersebut disampaikannya melalui tayangan di kanal YouTube tvOneNews, Rabu (31/8/2022).

Menurut Ma'ruf Amin, proses penyidikan yang dilakukan secara terbuka merupakan amanat dari Jokowi.

Diwanti-wanti juga bahwa kasus ini harus terus diungkap secara tuntas, transparan, dan akuntabel.

"Itu sudah memang sesuai dengan keinginan Presiden, keinginan kami, supaya terus diproses tuntas," kata Ma'ruf Amin.

"Jangan ada yang ditutup-tutupi, semua dibuka."

Ma'ruf Amin menyoroti perlunya diperhatikan kesesuaian reka ulang peristiwa dengan BAP yang disusun pihak kepolisian.

Dengan adanya kecocokan tersebut, pengujian dan pembuktian di persidangan akan berlangsung dengan lebih jelas.

"Oleh karena itu untuk membuktikan, kemudian selain di BAP juga di rekonstruksi untuk mencocokan, untuk meyakinkan apa yang selama ini di BAP supaya lebih jelas untuk pembuktiannya," terang Ma'ruf Amin.

Foto kolase Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J sebelah (kiri), Presiden Jokowi (tengah), dan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo sebelah (kanan). Pihak Istana memberikan respons dan wejangan agar Polri segera menuntaskan kasus tewasnya Brigadir J sehingga tidak berlarut-larut, Selasa (9/8/2022).
Foto kolase Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J sebelah (kiri), Presiden Jokowi (tengah), dan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo sebelah (kanan). Pihak Istana memberikan respons dan wejangan agar Polri segera menuntaskan kasus tewasnya Brigadir J sehingga tidak berlarut-larut, Selasa (9/8/2022). (Tangkapan Layar Tribunnews.com)

Baca juga: Mengaku Diusir, Kamaruddin Ancam Lapor ke Jokowi Buntut Dilarang Kawal Rekonstruksi Kasus Brigadir J

Diketahui, Jokowi tercatat sebanyak empat kali berkomentar di depan publik soal kasus pembunuhan Brigadir J yang ternyata diotaki oleh mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Dikutip TribunWow.com dari YouTube metrotvnews, terakhir kali, Jokowi menyampaikan saat ini dirinya tidak perlu lagi berbicara soal kasus Brigadir J.

Jokowi menyerahkan pengusutan kasus kepada Polri.

"Saya sudah empat kali berbicara mengenai ini, masalah kita yang lain kan juga banyak," ujar Jokowi dalam wawancara spesial metrotv, Rabu (17/8/2022).

Halaman 1/3
Tags:
Maruf AminBrigadir JNofriansyah Yosua HutabaratBharada ERichard EliezerFerdy SamboJokowi
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved