Polisi Tembak Polisi
Ferdy Sambo Hanya Menangis saat Ditemui terkait Kasus Brigadir J, Komnas HAM Ikut Kena Prank?
Pihak Komnas HAM membeberkan pertemuan langsung dengan Ferdy Sambo ketika dimintai keterangan terkait kasus Brigadir J.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Berangkat dari isu penganiayaan yang beredar di masyarakat, Komnas HAM kemudian berangkat ke Jambi.
Pihaknya menjadi orang pertama yang meminta keterangan dari keluarga Brigadir J dan mendapat fakta-fakta yang kemudian menjadi dasar pengungkapan skenario palsu Ferdy Sambo.
Baca juga: Temukan Foto Mayat Brigadir J di TKP, Komnas HAM Ungkap Perintah Pelenyapan Bukti, dari Ferdy Sambo?
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Ketua Komnas HAM Sebut Ferdy Sambo Menangis
Sebelumnya, disebutkan bahwa air mata mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menetes ketika ia mengobrol dengan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.
Irjen Ferdy Sambo menangis ketika Taufan Damanik membicarakan soal nasib Richard Eliezer alias Bharada E yang diperintahkan oleh Irjen Sambo untuk membunuh Nofriansyah Hutabarat alias Brigadir J.
Dikutip TribunWow dari Tribunnews, momen ini terjadi ketika Irjen Ferdy Sambo diperiksa oleh Komnas HAM.
Pada saat berbincang dengan Irjen Ferdy Sambo, Taufan menceritakan bagaimana Bharada E kini turut menjadi tersangka karena berperan menembak Brigadir J.
Di usianya yang masih muda yakni 24 tahun, karier Bharada E di kepolisian telah berakhir.
Mendengar nasib Bharada E yang begitu malang, Irjen Ferdy Sambo kemudian menangis dan mengaku menyesal.
"Itu diakui oleh Saudara FS (Ferdy Sambo). Dia bilang, 'Saya menyesal, saya minta maaf'. Saya bilang, 'Kamu harus bertanggung jawab terhadap Richard (Bharada E) ini," kata Taufan, Selasa (16/8/2022), dikutip Tribunnews dari Kompas TV.
Irjen Ferdy Sambo mengakui dirinya bertanggung jawab atas apa yang terjadi terhadap Bharada E.
"Itu diakuinya, dan dia menangis," kata Taufan.
Di depan jurnalis Kompastv Aiman, eks pengacara Richard Eliezer alias Bharada E yakni Deolipa Yumara menceritakan momen terakhir Nofriansyah Hutabarat alias Brigadir J.
Deolipa memeragakan seperti apa posisi terakhir Brigadir J sebelum ditembak oleh Bharada E, begitupula posisi mantan kliennya saat melakukan penembakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2ropam-polri-28-april-2022.jpg)