Terkini Daerah
Guru Spiritual Rudapaksa 4 Ibu Muda, Korban Dibuat Kebingungan setelah Minum Air Pemberian Pelaku
Empat ibu muda menjadi korban rudapaksa oleh guru spiritual mereka yang berinisial J (50)m warga Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel)
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Empat ibu muda menjadi korban rudapaksa oleh guru spiritual mereka yang berinisial J (50)m warga Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dalam melakukan aksinya, pelaku menipu korban dengan dalih pengobatan.
Bahkan, saat ditolak, korban diberi minuman yang sudah dicampur obat hingga kebingungan dan tak bisa melawan saat dirudapaksa.
Baca juga: Fakta Ayah Rudapaksa 5 Anak Kandung dan 2 Cucu, Memohon Ampun saat Dipergoki Istri, tapi Diulangi
Menurut Kapolres Tapin AKBP Ernesto Saiser, tiga korban rudapaksa ini adalah warga Barito Kuala, sedangkan satunya warga Kabupaten Tapin.
AKBP Ernesto Saiser mengatakan, pelaku memang cukup dikenal oleh masyarakat sebagai guru spiritual dengan jumlah jemaah sekitar 30 orang.
Kasus ini terungkap setelah salah satu korbannya merasa telah dibohongi setelah meminta pelaku untuk mengobatinya.
"Bukannya diobati, namun malah dicabuli oleh pelaku. Atas kejadian tersebut, suami korban melaporkan ke Polres Tapin," ujar Ernesto kepada wartawan, Selasa (16/8/2022).
Saat menjalankan aksi, pelaku meminta korbannya masuk ke dalam kamar untuk salat bersama-sama dengan maksud menghilangkan gangguan yang di dalam tubuh.
Tak cukup sampai di situ, korban kemudian diajak nikah batin alias bersetubuh namun ditolak oleh korban.
Karena menolak, pelaku kemudian meminta korban meminum air yang diduga sudah diberi obat penenang.
"Korban seakan tak berdaya dan seperti orang kebingungan. Dan kemudian pelaku membaringkan korban dan melepaskan semua pakaiannya dan selanjutnya pelaku menyetubuhi korban," jelasnya.
Setelah merudapaksa korban, pelaku kemudian bergegas pulang.
Baca juga: Hendak Mencuri, Pria Beristri Rudapaksa Janda di Gresik karena Tergoda Kaki Korban, Ini Kronologinya
Korban yang akhirnya sadar telah dicabuli langsung membuat laporan kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan, kata Kapolres ternyata jumlah jemaah yang dicabuli tidak hanya satu, melainkan empat orang.
Tiga jemaah merupakan warga Barito Kuala, sementara seorang lainnya berasal dari Kabupaten Tapin.