Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Saat-saat Terakhir Brigadir J Terekam 20 CCTV, Tampak Sosok Ferdy Sambo, Istri, hingga Bharada E

Komnas HAM membeberkan detik-detik sebelum kematian Brigadir J di Jakarta.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Kompas.com
Tempat kejadian perkara (TKP) kasus baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E alias RE, di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di kompleks Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Terbaru, Brigadir J sempat terekam di sekitar lokasi sebelum peristiwa nahas terjadi, Kamis (28/7/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Komnas HAM mengungkap hasil forensik digital terkait kasus kematian Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dilansir TribunWow.com, 20 rekaman kamera CCTV digunakan untuk melakukan rekontruksi peristiwa.

Menurut Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, pihaknya ditunjukkan momen sesaat sebelum kematian Brigadir J.

Baca juga: Tak Setuju Brigadir J Dimakamkan secara Kedinasan, Pihak Ferdy Sambo: Melakukan Perbuatan Tercela

Ia menerangkan bahwa dalam 20 rekaman video sebagai hasil penelusuran di 27 titik itu diambil selama perjalanan dari Magelang, Jawa Tengah hingga ke Jakarta pada Jumat (8/7/2022).

Bahkan, ketika sudah sampai di Jakarta, kegiatan Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo berserta para ajudannya juga terlihat.

Termasuk di antaranya Bharada E, serta Brigadir J yang ditugaskan menjadi ajudan PC, istri Ferdy Sambo.

Dikatakan bahwa rombongan tidak tiba bersama-sama dari Magelang, di mana Ferdy Sambo datang lebih dulu dari PC dan Brigadir J.

"Ada Irjen Sambo, ada rombongan dari Magelang. Irjen Sambo masuk duluan, setelah sekian waktu ada rombongan baru pulang dari Magelang. Di situ terlihat ada Bu PC, ada almarhum Yosua (Brigadir J) masih hidup," terang Choirul Anam dilansir kanal YouTube KompasTV, Rabu (27/7/2022).

"Sampai di Duren Tiga dia (Brigadir J) masih hidup. Rombongan yang lain dan semuanya dalam kondisi hidup dan sehat, tidak kurang dari satu apa pun," imbuhnya.

Kolase tangkapan layar saat Brigadir J menangis dan ketakutan lewat Video Call dengan kekasihnya Vera Simanjuntak (kiri) dan foto Brigadir J semasa hidup.
Kolase tangkapan layar saat Brigadir J menangis dan ketakutan lewat Video Call dengan kekasihnya Vera Simanjuntak (kiri) dan foto Brigadir J semasa hidup. (Istimewa)

Baca juga: Meski Tidak Lazim, Ini Alasan Tim Forensik Libatkan Wakil Keluarga Brigadir J saat Autopsi

Kemudian, disebutkan bahwa seluruh keluarga termasuk para ajudan, sempat melakukan tes PCR.

Tes Covid-19 itu dilakukan setibanya rombongan di Jakarta.

"Dalam video itu dengan ada jamnya, ada prosesi PCR, siapa saja yang di-PCR? Semua, termasuk almarhum Yosua," beber Choirul Anam.

Lebih lanjut, dilansir dari Kompas.com, Choirul Anam menerangkan bahwa Bharada E juga terlihat di dalam rekaman.

Bersama PC dan Brigadir J, ia saat itu melakukan tes PCR yang berlokasi di sekitar kediaman Ferdy Sambo.

"Rombongan dari Magelang sampai, terus habis itu yang kelihatan memang masuk lah rombongan-rombongan itu, terus baru lah ke ruang PCR," kata Anam.

Baca juga: Ungkap Sosok Polisi Diduga Ancam Bunuh Brigadir J, Kuasa Hukum Unggah Tangisan saat Video Call

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 03.30:

Kronologi Kematian Brigadir J

Sebelumnya diberitakan, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan, Brigadir Yosua tewas ditembak karena diduga lebih dulu melakukan pelecehan terhadap istri Irjen Sambo.

"Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” ungkap Ramadhan.

Istri Irjen Sambo pada saat itu disebut berteriak karena menerima perlakuan tak senonoh dari Brigadir Yosua.

Teriakan istri Irjen Sambo kemudian didengar oleh Bharada E yang kemudian menghampiri sumber suara.

Brigadir Yosua panik karena didatangi oleh Bharada E.

Saat ditanya oleh Bharada E, Brigadir Yousa justru menembak Bharada E yang berada di depan kamar.

“Pertanyaan Bharada E direspon oleh Brigadir J dengan melepaskan tembakan pertama kali ke arah Bharada E,” tukas Ramadhan.

Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo lokasi baku tembak yang menewaskan Brigpol Nopryansah Josua Hutabarat alias Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Brigadir J alami 7 luka tembak.
Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo lokasi baku tembak yang menewaskan Brigpol Nopryansah Josua Hutabarat alias Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Brigadir J alami 7 luka tembak. (Tribunjakarta.com/ Tribunnews.com)

Baca juga: Fakta Bharada E Baku Tembak dengan Brigadir J di Rumah Kadiv Propam Polri, Kronologi hingga Motif

Sebagai informasi, Bharada E adalah Anggota Brimob yang bertugas sebagai pengawal Kadiv Propam.

Sementara itu Brigadir J adalah Anggota Bareskrim yang ditugaskan sebagai supir dinas istri Kadiv Propam.

Diketahui padaa saat kejadian Irjen Sambo sedang tidak berada di rumah karena tengah melakukan tes PCR Covid-19.

"Pada saat kejadian, Kadiv Propam tidak ada di rumah karena sedang PCR test," ungkap Ramadhan.

"Setelah kejadian, Ibu (Istri) Sambo menelpon Pak Kadiv Propam. Kemudian datang, setelah tiba di rumah Pak Kadiv Propam menerima telpon dari ibu."

"Pak Kadiv Propam langsung menelpon Polres Jaksel dan Polres Jaksel melakukan olah TKP di rumah beliau," pungkasnya. (TribunWow.com/Via/Anung)

Berita lain terkait

Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved