Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Periksa Digital Forensik CCTV hingga HP Brigadir J dan Ferdy Sambo, Berikut Keterangan Komnas HAM

Pihak Komnas HAM dijadwalkan akan memeriksa digital forensik dan siber terkait kematian Brigadir J pada hari ini, Rabu (27/7/2022).

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Minggu (18/7/2022). Terbaru, Choirul Anam menjelaskan perkembangan pemeriksaan kasus kematian Brigadir J, Rabu (27/7/2022). 

Seperti dilaporkan Wartakotalive.com, Selasa (26/7/2022), ajudan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo itu tampak melakukan aktivitas seperti biasa.

Baca juga: Sosok yang Diduga Ancam Brigadir J Ada di Foto Bersama Ajudan Irjen Ferdy Sambo, Bukan Bharada E

Saat dikonfirmasi, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo membenarkan bahwa Brigadir J masih dalam kondisi sehat sesaat sebelum insiden.

Ia mengaku menyaksikan ada sosok Brigadir J yang tersorot ketika berada di sekitar rumah tersebut.

"Iya mas, (ada sosok Brigadir J dalam rekaman CCTV)," ungkap Dedi.

Dikatakan bahwa dari rekaman yang dikumpulkan tersebut tampak kepergian Brigadir J dari rumah pribadi Ferdy Sambo menuju ke kompleks Polri yang juga berada di kawasan Duren Tiga.

Namun, pihaknya masih enggan memberi penjelasan secara lebih rinci karena hasil rekaman tersebut masih dalam penyidikan lebih lanjut.

"Semua CCTV saat ini sedang didalami oleh Labfor," terangnya.

Irjen Pol (Purnawirawan) Seno Sukarto, Ketua RT 05 RW 01 di kompleks rumah dinas Polri di Duren Tiga Jakarta Selatan, menyatakan decoder CCTV tiba-tiba diganti sehari setelah insiden penembakan di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Jumat 8 Juni 2022.  Foto kanan: Polisi kembali menggelar olah TKP di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di kompleks Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan, terkait baku tembak antar ajudannya, Bharada E dan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hingga tewas, Rabu (13/7/2022).
Irjen Pol (Purnawirawan) Seno Sukarto, Ketua RT 05 RW 01 di kompleks rumah dinas Polri di Duren Tiga Jakarta Selatan, menyatakan decoder CCTV tiba-tiba diganti sehari setelah insiden penembakan di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Jumat 8 Juni 2022. Foto kanan: Polisi kembali menggelar olah TKP di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di kompleks Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan, terkait baku tembak antar ajudannya, Bharada E dan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hingga tewas, Rabu (13/7/2022). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Baca juga: Reaksi Ayah Brigadir J Tahu Polisi Temukan CCTV Rumah Ferdy Sambo yang Disebut Hilang: Ini Teka-teki

Sebelumnya, dijumpai saat prarekontruksi di rumah Ferdy Sambo, Dedi meluruskan perkara bukti CCTV tersebut.

Ia menekankan bahwa polisi menggunakan CCTV di sekitar lokasi sebagai barang bukti untuk didalami.

Sedangkan, CCTV di rumah Ferdy Sambo memang mengalami kerusakan sejak sebelum insiden terjadi.

"Masih banyak yang beredar di media bahwa CCTV rusak, kemudian kenapa ditemukan CCTV yang lain? ini saya perlu luruskan biar tidak lagi berpresepsi lagi sehingga muncul spekulasi yang membuat masalah ini tidak clear," beber Dedi dilansir kanal YouTube KOMPASTV, Sabtu (23/7/2022).

"Yang rusak itu CCTV yang di TKP, tapi CCTV yang ada di sepanjang jalur ini, sekitar TKP ini sudah ditemukan oleh penyidik."

"Demikian juga kemarin saya sampaikan, CCTV dari sepanjang jalan dari mulai Magelang hingga TKP itu juga sudah ditemukan oleh penyidik. Sekarang masih proses pemeriksaan oleh Labfor untuk mencocokan waktunya, karena waktu di CCTV dan real time harus sesuai,"pungkasnya.(TribunWow.com/Via)

Berita lain terkait

Halaman 2/2
Tags:
Ferdy SamboCCTVforensikBrigadir JKomnas HAM
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved