Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Incar Jembatan, Ini Cara Ukraina Rebut Kembali Wilayah Kherson yang Dikuasai Pasukan Militer Rusia

Pemerintah Ukraina telah bergerak melakukan serangan balik untuk merebut kembali wilayah Kherson yang kini dikuasai oleh Rusia.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
BBC.com
Video warga Kherson terus demo tak peduli pasukan Rusia terus mengeluarkan tembakkan peringatan, Minggu (13/3/2022). Ilustrasi kondisi di Kherson. 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Ukraina menargetkan untuk merebut kembali wilayah Kherson yang kini dikuasai oleh pasukan militer Rusia pada bulan September 2022 mendatang.

Untuk dapat merebut kembali Kherson, pasukan militer Ukraina diketahui telah melancarkan serangan yang menargetkan jembatan di sekitar daerah tersebut.

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, pada Sabtu (23/7/2022) kemarin, Kemenhan Inggris melaporkan terjadi kontak senjata intensitas tinggi di dekat Kherseon.

Baca juga: VIDEO Kemenhan Rusia Klaim Hancurkan Benteng Ukraina dengan Mortir Self-Propelled 2S4

Saat ini pasukan militer Ukraina tengah berusaha menghambat rantai suplai pasukan Rusia.

Beberapa jembatan yang diserang oleh Ukraina di antaranya adalah jembatan Daryivskyi dan Antonivskyi.

Kedua jembatan tersebut diserang oleh Ukraina menggunakan senjata artileri bantuan Amerika Serikat (AS).

Pihak pemerintah Kherson pro Rusia menyampaikan, jika serangan terus dilakukan maka kedua jembatan tersebut akan hancur.

Pemerintah Inggris menyampaikan, apabila kedua jembatan tersebut hancur maka kekuatan pasukan militer Rusia di Ukraina akan menurun drastis.

Sebelum serangan dilakukan, Wakil PM Ukraina Iryna Vereshchuk telah mendesak agar warga Ukraina di Kherson segera melakukan evakuasi pergi dari kota tersebut.

Pemerintah Ukraina menyampaikan bahaya warga terjebak di dalam Kherson ketika serangan balik dilakukan oleh pasukan militer Ukraina.

Di sisi lain, China mendesak seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Ukraina agar segera melakukan gencatan senjata.

Pihak yang terlibat sebagaimana dimaksud oleh China adalah Amerika Serikat (AS), NATO dan negara-negara aliansinya, hingga Rusia.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, China menjelaskan bagaimana konflik di Ukraina menyebabkan timbulnya berbagai macam krisis.

Baca juga: Rusia akan Perluas Target Wilayah Perang di Ukraina, AS Langsung Kirim Lebih Banyak Senjata ke Kyiv

Pernyataan ini disampaikan oleh duta besar China untuk AS, Qin Gang, Rabu (20/7/2022).

Qin Gang mengungkit saat ini telah terjadi banyak krisis mulai dari ekonomi, naiknya jumlah imigran, krisis energi hingga pangan.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
RusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyKhersonInggrisAmerika Serikat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved