Polisi Tembak Polisi
Didatangi Kompolnas hingga ke Jambi, Ayah Brigadir J Diminta Cerita soal Arogansi Polisi
Ayah mendiang Brigpol Nofriansyah Hutabarat alias Brigadir J, Samuel Hutabarat, memberi keterangan terkait kedatangan tim Kompolnas.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Samuel Hutabarat, ayah mendiang Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J membeberkan kedatangan Kompolnas ke rumahnya di Muaro Jambi, Jambi.
Dilansir TribunWow.com, Samuel mengaku ditanya perihal kematian anaknya dan diminta memberikan keterangan.
Seperti yang diperlihatkan dalam tayangan di kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (20/7/2022), Samuel dan keluarga menerima kedatangan tim tersebut dengan baik.
Baca juga: Keluarga Gugat Kematian Brigadir J, Lapor Dugaan Pembunuhan Berencana, Pencurian hingga Penyadapan
Ia juga secara jelas memberi kesaksian mengenai berita yang beredar seputar kematian Brigadir J.
"Kompolnas (meminta) tolong ceritakan, katanya di media ada arogansi polisi, arogannya cara masuknya tanpa tata kramalah seperti yang saya ceritakan tadi," beber Samuel.
"Dia hanya geleng-geleng saja sama Pak Tampubolon itu."
Kemudian, Samuel membeberkan perkataan dari tim Kompolnas yang berharap bisa secara langsung mendengar pengakuan dari keluarga.
"'Jadi kami datang ke sini biar langsung mendapat cerita dari bapak sama ibu jangan dari media lagi kami tahu', katanya, 'Oh, bisa saya ceritakan'," tutur Samuel.

Baca juga: Sebut Bukti Tak Terbantahkan, Pengacara Keluarga Brigadir J Datangi Mabes Polri untuk Gelar Perkara
Setelah panjang lebar berbicara, Samuel mengatakan dua petugas Kompolnas itu kemudian berziarah ke makam Brigadir J.
Adapun Ketua harian Kompolnas, Irjen (Purn) Benny Mamoto memberikan pernyataan senada dengan Samuel.
Ia mengatakan bahwa tim Kompolnas ingin mendengar langsung cerita dari keluarga sejak pertama mendengar berita duka hingga pemakamanan Brigadir J.
"Pertama kronologis, sejak bagaimana berita diterima, kemudian kedatangan jenazah, kemudian dibawa ke kediaman," kata Benny.
"Sampai di kediaman, bagaimana pesan-pesan yang disampaikan oleh yang mengantarkan sampai dengan membuka peti, sampai dengan diberikan pengawet tambahan, sampai dengan pemakaman."
Baca juga: Nasib Adik Brigadir J, Dimutasi hingga Diminta Tanda Tangani Berkas Autopsi Tanpa Lihat Jasad Kakak
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Kompolnas Tanyakan seputar Kondisi Jenazah
Keanehan pada jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sampai saat ini masih terus menjadi bahan perdebatan.
Pihak keluarga telah menyuarakan keinginan mereka untuk dilakukan autopsi ulang terhadap jasad Brigadir J.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com info terbaru, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah pergi langsung ke Jambi mendatangi keluarga Brigadir J.
Baca juga: Adik Brigadir J Dimutasi seusai Kasus Penembakan di Rumah Irjen Sambo, Polri: Itu Permintaan
Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto mendapatkan sejumlah informasi dari pihak keluarga, satu di antaranya adalah terkait kondisi jenazah Brigadir J.
Dijelaskan oleh pihak keluarga mulai dari tibanya jenazah Brigadir J.
Saat itu jasad Brigadir J langsung dibawa ke kediamannya.
"Sampai kediaman, bagaimana pesan-pesan yang disampaikan oleh yang mengantarkan, sampai dengan membuka peti," tutur Benny, Rabu (20/7/2022).
Benny bercerita, berdasarkan keterangan keluarga, jenazah Brigadir J diberikan bahan pengawet tambahan.
Desakkan dilakukannya proses autopsi ulang terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J telah disuarakan oleh pihak keluarga yang tak terima dengan penjelasan Polri.
Keluarga tak terima Brigadir J disebut tewas karena ditembak seusai sempat melakukan pelecehan seksual terhadap PC selaku istri Kadiv Propam Polri yang pada saat kejadian masih dipegang oleh Irjen Sambo.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, pada Rabu (20/7/2022) ini, keluarga Brigadir J akan menyampaikan hasil autopsi Brigadir J kepada pihak keluarga.
Baca juga: Ragukan Penembak Brigadir J adalah Bharada E, Kuasa Hukum: Ajaib, Kena 4 Kali Menghasilkan 7 Lubang
“Nanti penyidik dalam hal ini akan menyampaikan kepada kedokteran forensik, menyampaikan kepada pihak keluarga dan kawan-kawannya tentang hasil otopsi yang sudah dilakukan,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/7/2022).
Irjen Dedi menyoroti banyaknya informasi yang berkembang di publik terkait luka Brigadir J.
Irjen Dedi menyampaikan, informasi terkait luka yang ada di jasad Brigadir J sebaiknya dijelaskan oleh pihak yang berwenang.
“Ketika besok (hari ini) akan disampaikan oleh dari pihak tim forensik Polri, nah itu akan membuat informasi akan semakin lebih jelas,” ujar Dedi.

Dedi menyampaikan, pihak kepolisian sendiri telah mempersilakan keluarga Brigadir J jika ingin mengajukan ekshumasi untuk kepentingan autopsi ulang.
Sebelumnya keinginan autopsi ulang terhadap Brigadir J disuarakan oleh Roslin Simanjuntak selaku bibi Brigadir J.
"Tentu kita tidak terima ya karena disebut mati karena peluru. Tapi di tubuh dia (Brigadir J), ditemukan luka sayatan, pukulan benda tumpul, dan rahangnya bergeser," kata Roslin, Senin (18/7/2022).
"Untuk membuktikan kalau memang Yosua mati ditembak, maka perlu otopsi dan visum ulang," kata Roslin.(TribunWow.com/Via/Anung)