Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia akan Kena Sanksi Lagi dari Uni Eropa, Dibuat Kesulitan Lakukan Impor, Ini Penjelasannya
Perdana Menteri Republik Ceko Petr Fiala mengatakan Uni Eropa (UE) sedang mempersiapkan paket sanksi ketujuh terhadap Rusia.
Editor: Atri Wahyu Mukti
Gagasan lain yang Fiala dukung adalah dimulainya pembelian gas bersama di Eropa, namun dia memperingatkan hal tersebut akan sulit dilakukan secara teknis maupun administratif.
"Saya tidak ingin terlalu optimis," katanya, ketika ditanya apakah pembelian bersama dapat dimulai tahun ini.
Dia menambahkan, menteri energi negara anggota UE akan membahas proposal pembelian bersama gas di Eropa pada pertemuan luar biasa pada 26 Juli.
Baca juga: Ungkit Masa Genting Konflik Rusia-Ukraina, Muncul Petisi Minta Zelensky Legalkan Nikah Sesama Jenis
Rusia Disebut Raup Untung meski Disanksi
Pemerintah Rusia mengklaim meraup banyak keuntungan ekonomi sejak negaranya mendapatkan sanksi oleh Barat, yakni Amerika Serikat beserta sekutunya dan negara-negara Uni Eropa karena invasi yang dilakukan terhadap Ukraina.
Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov dikutip kantor berita Rusia TASS, dalam sebuah wawancara dengan Vedomosti mengatakan, salah satu dampak positif yang didapat Rusia adalah akan terjadi penurunan harga energi dan makanan di pasar global.
"Berapa lama harga energi tetap tinggi akan tergantung pada dinamika ekonomi global dan durasi pembatasan yang diberlakukan oleh negara-negara Barat," ujar Siluanov.
Saat menjawab pertanyaan tentang apakah pencabutan pembatasan akan menyebabkan pasar "mendingin" dan menemukan keseimbangan, dia mengatakan, "Tentu saja. Dan ini juga berlaku untuk makanan, sumber daya energi, dan logistik, yaitu semua barang dan jasa yang dikenai sanksi."
Menurut Siluanov, Rusia diuntungkan dari situasi saat ini di pasar energi dunia.
“Situasinya positif bagi Rusia karena harga energi yang tinggi, tetapi untuk seluruh dunia situasinya agak suram," ujarnya.
Dia menjelaskan, saat ini harga komoditas yang tinggi seperti itu disebabkan oleh pembatasan yang diberlakukan oleh negara-negara Barat.
"Mereka ingin menghukum Rusia, tetapi mereka menghukum diri mereka sendiri. Bahkan dengan diskon Ural terhadap Brent, kami menerima pendapatan minyak dan gas yang baik. Hukum penawaran dan permintaan yang sederhana berhasil," kata Siluanov.
Baca juga: VIDEO Penampakan Rudal Nuklir Satan-2 Milik Rusia, Dapat Hancurkan Musuh dalam 1 Kali Tembakan
Sanksi terhadap Rusia
Melansir BBC, Rusia dilaporkan telah melewatkan tenggat waktu untuk melakukan pembayaran utang, karena sanksi yang dikenakan padanya.
Sejak Rusia menginvasi Ukraina, berbagai sanksi telah diumumkan yang ditujukan untuk membatasi kemampuan Rusia dalam membiayai perang.