Polisi Tembak Polisi
Sosok Brigadir J di Mata Keluarga, Seorang Sniper hingga Dipercaya Jadi Ajudan Irjen Ferdy Sambo
Brigadir J tewas di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022). Ini sosoknya di mata keluarga.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Inilah sosok Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, polisi yang tewas di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).
Dikutip dari Kompas.com, Brigadir J tewas dengan sejumlah luka tembakan di tubuh akibat baku tembak dengan anggota polisi lainnya, Bharada E.
Bersumber dari keterangan pihak keluarga, Brigadir J dibesarkan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.
Baca juga: Keluarga Brigadir J Ngaku Dikepung Ratusan Polisi, Polri Ungkap Fakta Bantah Lakukan Intimidasi
Ia menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 74 Muaro Jambi, SMP Negeri 12 Muaro Jambi, dan SMA Negeri 4 Muaro Jambi.
Setelah lulus sekolah, Brigadir J langsung mengikuti tes polisi di SPN Polda Jambi tahun 2012, hingga menjadi anggota Brimob.
Selanjutnya, Brigadir J bertugas di Sarolangun, Jambi, kemudian ditugaskan di Papua selama beberapa tahun.
Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat mengatakan, anaknya merupakan seorang sniper dan biasa ditugaskan di daerah-daerah rawan.
"Kalau ada Lebaran, dia ditempatkan di titik-titik rawan untuk sniper," ujar Samuel di kediamannya di Muaro Jambi, Selasa (12/7/2022).
Barulah pada tahun 2019, Brigadir J bertugas di Mabes Polri sebagai ajudan Kadiv Propam Polri dan istrinya.
Menurut Rohani Simanjuntak, bibi Brigadir J, anggota polisi berusia 27 tahun itu bekerja dengan baik sehingga dapat diberikan kepercayaan menjadi ajudan Kadiv Propam Polri.
"Dilihat Yosua bagus sehingga Pak Ferdy Sambo, Kadiv Propam, menarik Yosua jadi ajudan," tuturnya.
Baca juga: Jenazah Brigadir J Diautopsi padahal Bukan Korban, IPW Ungkit Keanehan: Tujuannya untuk Apa?
Yosua adalah anak kedua dari seorang ibu yang berprofesi sebagai guru dan ayah yang bekerja sebagai petani.
Sebelumnya diberitakan, Mabes Polri menyebut, baku tembak bermula dari teriakan istri Ferdy Sambo dari dalam kamar.
Brigadir J disebut melakukan pelecehan dan juga mendongkan senjata ke istri Ferdy.
Teriakan istri Ferdy membuat Brigadir J panik dan bergegas keluar kamar.