Konflik Rusia Vs Ukraina
Pilih Lewat Sungai, Ukraina Mulai Kembali Ekspor Gandum setelah Rusia Blokade Jalur Laut Hitam
Pihak Ukraina kembali memulai perdagangan bahan pangan ke luar negeri, pertama terjadi sejak konflik dengan Rusia.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Setelah terhenti akibat konflik yang pecah dengan Rusia, Ukraina kini perlahan memulai kembali ekspor produk pertaniannya.
Dilansir TribunWow.com, hal ini terjadi di tengah tekanan dunia agar Rusia membuka blokade perairan sehingga Ukraina bisa kembali memasok bahan pangan.
Seperti dilaporkan Ukrinform, Senin (11/7/2022), delapan kapal asing pertama tiba di pelabuhan Ukraina untuk mengekspor produk pertanian.
Baca juga: Tak Bantah Muat Gandum Ukraina, Menlu Putin Buka Suara soal Kapal Kargo Rusia yang Ditahan Turki
Sementara itu, Angkatan Laut Ukraina berjaga ketat untuk terlibat dalam memastikan transportasi yang aman.
Transportasi tersebut tak dilakukan melalui pelabuhan seperti biasa, namun melalui sungai dengan jalur terusan Sungai Danube ke Laut Hitam.
Terusan tersebut adalah sebuah kanal yang pada umunnya digunakan untuk pelayaran di Rumania, yang membentang dari Cernavoda di sungai Danube dan bercabang ke Constana serta Navodari di Laut Hitam.
"Atas permintaan Kementerian Infrastruktur, Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Ukraina bergabung dalam upaya untuk memastikan pengangkutan produk pertanian oleh kapal sipil melalui mulut Bystre saluran Danube-Laut Hitam. Kelompok pertama dari delapan kapal asing telah tiba di pelabuhan Ukraina," bunyi pernyataan di Facebook oleh layanan pers Angkatan Laut.
Tercatat bahwa penggunaan jalur pengiriman tersebut menjadi mungkin berkat pembebasan Pulau Ular dari Rusia.
"(Penguasaan kembali Pulau Ular) emungkinkan pasukan untuk mengontrol permukaan dan sebagian situasi udara di selatan Ukraina. Sebelumnya, oleh penjajah (Pulau Ular) digunakan untuk memblokir pergerakan kapal sipil di bagian selatan negara kita," terang Angkatan Laut Ukraina.

Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-138, Serangan Putin Semakin Gencar hingga akan Adanya Serangan Balik
Pihak Angkatan Laut mengingatkan bahwa sebelumnya, karena blokade navigasi sipil, perusahaan pelayaran terpaksa menggunakan Terusan Sulina.
Hal ini menyebabkan adanya akumulasi sejumlah besar kapal dan lalu lintas yang signifikan di terusan itu.
Seperti diberitakan, karena agresi Rusia dan pemblokiran navigasi di Laut Hitam, jutaan ton gandum Ukraina terjebak di pelabuhan Ukraina.
Dengan memulihkan sebagian ekspor produk pertanian melalui sungai, Ukraina dinilai berkontribusi dalam menyelesaikan krisis global.
Ukraina mengklaim sebagian besar pelabuhan negara tetap ditutup karena pasukan Rusia terus menyerang fasilitas infrastruktur penting dan kapal sipil di Laut Hitam.
Baru-baru ini Rusia dilaporkan telah meluncurkan serangan rudal ke kapal bunker Millennial Spirit yang mengibarkan bendera Moldova, yang secara efektif menenggelamkan kapal tersebut.
Baca juga: Pasukan Putin Perangi Ukraina Tanpa Istirahat, Inggris Ungkit Video Keluhan Para Istri Tentara Rusia