Konflik Rusia Vs Ukraina
Pasukan Putin Perangi Ukraina Tanpa Istirahat, Inggris Ungkit Video Keluhan Para Istri Tentara Rusia
Kemenhan Inggris mengungkit bagaimana sejumlah istri para personil tentara Rusia mengeluhkan kondisi suami mereka yang terus berperang tanpa istirahat
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Kementerian Pertahanan Inggris menyoroti faktor kelelahan yang kini menjadi masalah internal pasukan militer Rusia.
Kemenhan Inggris menjelaskan bagaimana tentara Rusia terus berperang di Ukraina tanpa jatah istirahat yang mencukupi.
Dikutip TribunWow.com dari aljazeera.com, Kemenhan Inggris lewat akun Twitter-nya @DefenceHQ mengungkit munculnya sebuah video curhatan beberapa istri tentara Rusia.
Baca juga: VIDEO Invasi Hari ke 137, 2 Hanggar Militer Ukraina Dibombardir Rusia, Prancis Siap Stop Gas Moskwa
Video yang dimaksud oleh Kemenhan Inggris adalah video yang muncul pada akhir Juni lalu dan dipublikasikan oleh media massa berbahasa Rusia.
Dalam video tersebut ditampilkan sejumlah istri para tentara Rusia meminta kepada politisi lokal agar suaminya yang tengah dinas di Ukraina dipulangkan ke rumah.
Satu dari beberapa istri tentara Rusia bercerita bagaimana seorang prajurit merasa kelelahan secara mental dan fisik karena masih aktif berperang sejak dikirim ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.
"Kurangnya istirahat dari kondisi pertempuran yang intens kemungkinan besar adalah satu dari beberapa masalah pribadi yang paling merusak yang kini Kementerian Pertahanan Rusia berusaha memperbaikinya di antara pasukan yang dikerahkan," tulis Kemenhan Inggris.
Secara perlahan tapi pasti, pasukan militer Rusia terus maju menguasai semakin banyak wilayah Ukraina.
Terakhir pada Minggu (3/7/2022), pasukan militer Rusia telah berhasil menguasai seluruh wilayah Luhansk.
Dikutip TribunWow.com dari skynews, lewat media sosialnya, Gubernur Odesa, Maksym Marchenko membujuk tentara Rusia agar mau diajak berdamai.
Baca juga: Kuasai Seluruh Luhansk, Putin Beri Instruksi Terbaru ke Menhan Rusia terkait Konflik di Ukraina
Marchenko mendesak agar tentara Rusia menolak berpartisipasi dalam kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi di Ukraina.
Ia meminta para tentara Rusia memikirkan keluarga mereka yang ada di kampung halaman.
"Orang tersayang membutuhkan ayah, suami dan anak yang sehat," tulis Marchenko.
"Kehidupan tidak diberikan untuk menjalankan perintah kriminal dari rezim Putin."
"Selamatkan masa depan dan hidup anda-tolak ikut serta berpartisipasi dalam perang berdarah Putin! Letakkan senjata kalian demi keselamatan kalian dan masa depan yang damai!"
