Konflik Rusia Vs Ukraina
Khawatir Diserang Rusia, Negara Ini Kenalkan Program Wajib Militer Tanpa Memandang Jenis Kelamin
Khawatir akan risiko diserang oleh pasukan militer Rusia, negara ini menjadikan isu keamanan sebagai prioritas negaranya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kekhawatiran tengah dirasakan oleh Presiden Latvia Egils Levits (67) terkait konflik antara Rusia vs Ukraina yang sampai saat ini masih terjadi.
Egils Levits menjelaskan saat ini isu keamanan negara tengah menjadi prioritas Latvia.
Dikutip TribunWow.com dari aljazeera.com, Egils Levits menyampaikan Latvia mungkin akan meningkatkan pengeluaran anggaran negara untuk sektor keamanan.
Baca juga: VIDEO Penampakan Gudang Senjata Ukraina Diserang Rusia, 200 Ton Rudal Anti-Tank Hancur
Diketahui, Egils Levits juga akan mengenalkan program wajib militer untuk rakyatnya tanpa memandang jenis kelamin.
Latvia berencana menaikkan anggaran untuk sektor pertahanan sebesar 2,5 persen per tahun 2025.
Levits menjelaskan, anggaran pertahanan Latvia saat ini digunakan untuk membangun lebih banyak markas militer untuk mengakomodasi lebih banyak pasukan dari negara-negara aliansi NATO.
"Hari ini, keamanan adalah prioritas politik kami," ujar Levits.
Levits mengatakan, dirinya khawatir akan sifat agresif Rusia dapat membahayakan Latvia.
Menurut Levits, apabila Latvia lemah maka hal tersebut sama saja dengan mengundang Rusia untuk melakukan invasi.
"Jadi kita harus menjadi kuat," tegas Levits.
Sementara itu, Ukraina memperingatkan bahwa pasukan Rusia sedang bersiap untuk mengintensifkan serangan mereka untuk kota-kota utama di Donbas.
Dilansir TribunWow.com, jumlah korban tewas di wilayah itu naik menjadi 26 jiwa setelah serangan roket pada pekan lalu dilaporkan menewaskan enam orang.
Seperti dilaporkan The Moscow Times, Senin (11/7/2022), serangan di Kharkiv di timur laut Ukraina terjadi saat Eropa bersiap untuk mengurangi pasokan gas dari Rusia secara signifikan.
Baca juga: Pilih Lewat Sungai, Ukraina Mulai Kembali Ekspor Gandum setelah Rusia Blokade Jalur Laut Hitam
Setelah berada dalam pertempuran panjang untuk merebut daerah-daerah di wilayah timur Luhansk, pasukan Rusia sekarang mengalihkan fokus mereka ke Donetsk karena mereka ingin menguasai seluruh Donbas.
Menurut tentara Ukraina, wilayah timur berada di bawah penembakan terus-menerus, tetapi serangan darat Rusia lainnya terhenti.