Konflik Rusia Vs Ukraina
Ditemukan Instruksi untuk Teroris di Laptop Milik Marinir Ukraina, Ini Fungsinya
Di dalam laptop milik marinir Ukraina ditemukan sebuah panduan atau instruksi cara menghadapi teroris.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Ditemukan sekumpulan instruksi atau panduan untuk teroris di dalam laptop milik marinir pasukan militer Ukraina.
Panduan untuk teroris tersebut diketahui turut mengambil kasus operasi militer di Chechnya tahun 1990 sebagai referensi.
Dikutip TribunWow.com dari Ria Novosti, instruksi untuk teroris tersebut diketahui digunakan sebagai bahan referensi para tentara Ukraina agar mereka siap menghadapi teroris dalam konflik melawan Rusia.
Baca juga: Putin Sebut Rusia Belum Memulai Apa pun di Ukraina, Kremlin Beri Penjelasan, Tuding AS Lakukan Ini
Dalam panduan untuk teroris itu, pertama dibahas seputar hutan dan pegunungan, mulai dari antisipasi serangan gerilya musuh hingga cara menyimpan senjata, perlengkapan, amunisi dan makanan.
Dijelaskan juga tentang cara mencari sumber mata air dan cara menyergap musuh serta cara meletakkan ranjau.
Di bagian yang lain, instruksi untuk teroris menjelaskan tentang cara bertindak di pemukiman penduduk.
Isinya mencakup dasar-dasar berperang di area perkotaan hingga langkah yang harus dilakukan jika menemukan sel teroris.
Adanya instruksi untuk teroris ini menandakan pasukan militer Ukraina telah dipersiapkan untuk menghadapi teroris dalam konflik melawan Rusia.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) disebut aktif merekrut anggota teroris ISIS untuk membantu Ukraina melawan Rusia.
Informasi ini disampaikan oleh Badan Intelijen Asing Rusia (SVR).
Tak hanya merekrut, militer AS disebut juga memberikan pelatihan kepada para anggota teroris tersebut.
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, SVR menilai pemerintah AS siap menggunakan semua cara untuk meraih tujuan geopolitik mereka.
Perekrutan anggota ISIS ini diketahui terjadi di markas militer AS di Suriah yang bernama al-Tanf.
Al-Tanf diketahui terletak berbatasan dengan Jordan dan Irak.
SVR mengatakan, sebanyak 60 militan ISIS telah dibebaskan dari penjara yang ada di Suriah lalu dipindahkan ke al-Tanf.
Baca juga: Politisi AS Disindir Ukraina seusai Usul agar Bantuan Senjata dan Militer ke Kiev Dilacak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2kyiv-ukraina-maret-2022.jpg)