Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Bantah Incar Warga Sipil saat Konflik, Rusia Ungkap Alasan kenapa Harus Serang Ukraina

Pemerintah Rusia diwakili dubesnya di Inggris membantah pasukan Putin agresif terhadap warga sipil di Ukraina.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AFP/JIJI
Kondisi Kharkiv, Ukraina seusai diserang oleh pasukan militer Rusia, Maret 2022. Ilustrasi serangan Rusia ke daerah padat warga sipil. 

TRIBUNWOW.COM - Duta Besar Rusia di Inggris, Andrei Kelin membantah pasukan militer yang dikirim oleh Presiden Vladimir Putin agresif menyerbu warga sipil di Ukraina.

Kelin menyebut negara-negara barat tidak memahami alasan konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Dikutip TribunWow.com dari skynews, Kelin mengungkit narasi yang beredar bahwa Rusia telah bersikap agresif terhadap warga sipil Ukraina.

Baca juga: 50 Warga Tewas, Ukraina dan Rusia Dinilai PBB Sama-sama Bersalah dalam Kasus Serangan ke Panti Jompo

"Ini sepenuhnya tidak benar," tegas Kelin, Jumat (8/7/2022).

Kelin menjelaskan, operasi militer spesial harus dilakukan Moskow untuk mempertahankan masyarakat berbudaya Rusia dari persekusi yang dilakukan oleh Ukraina.

Kemudian Kelin juga menyampaikan kecil kemungkinan Rusia untuk mundur dari Ukraina.

"Kami akan membebaskan seluruh Donbas," ujar Kelin.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat (AS) dicurigai Rusia sengaja membuat konflik antara Rusia dan Ukraina berlarut-larut.

Hal ini dikarenakan AS berencana mengirim lagi empat senjata sistem roket artileri mobilitas tinggi alias HIMARS.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Ukraina sendiri saat ini sudah memiliki delapan unit HIMARS.

Kedutaan Besar Rusia untuk AS menjelaskan, senjata HIMARS yang dikirimkan oleh AS untuk Ukraina tidak dipakai untuk bertahan namun menyerang pemukiman penduduk sipil.

"Kelompok nasionalis mengerahkan senjata yang dipasok AS untuk menghancurkan kota-kota di Donbass," ungkap Kedubes Rusia di AS.

Kedubes Rusia untuk AS menyampaikan angkatan bersenjata Ukraina sengaja mengincar pemukiman warga sipil bahkan di tempat yang tidak ada keberadaan tentara Rusia.

"Tujuan dari federasi Rusia adalah untuk mengakhiri teror rezim Kiev."

"Washington dengan kebijakannya tidak membawa perdamaian semakin dekat, namun sebaliknya, mendorong otoritas Ukraina untuk melakukan kejahatan berdarah baru."

Baca juga: Jadi Bahan Olok-olok Inggris, Putin Disebut Paksa Tentara Rusia Gunakan Traktor sebagai Tank

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyNATO
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved