Konflik Rusia Vs Ukraina
Bantah Serang Apartemen di Odesa, Rusia Sebut Ukraina Pakai Aktor Provokasi Dibayar Rp 7 Juta
Pemerintah Rusia membantah bertanggung jawab atas serangan ke sebuah apartemen yang terjadi di Odesa, Ukraina, Jumat (1/7/2022).
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Total ada 21 korban tewas dalam serangan misil ke sebuah apartemen di Odesa, Ukraina, Jumat (1/7/2022).
Pemerintah Ukraina menuding Rusia bertanggung jawab atas serangan ini.
Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, namun tudingan ini tegas dibantah oleh Rusia.
Baca juga: VIDEO Alasan Rusia Tarik Pasukannya dari Pulau Ular, supaya Ukraina Bisa Ekspor Produk Pertanian
Kini Kepala Pusat Komando Pertahanan Nasional Rusia Mikhail Mizintsev menyatakan bahwa Ukraina tengah mempersiapkan aksi provokasi lain di Odesa.
Mizintsev menjelaskan, aksi provokasi selanjutnya yang diadakan di Odesa nantinya akan melibatkan senjata dengan amunisi klaster yang akan disetting menghancurkan infrastruktur warga sipil.
Berdasarkan keterangan Mizintsev, serangan settingan ini nantinya akan ditujukan ke sebuah kerumunan yang terdiri dari sekira 30 orang aktor yang sebelumnya sudah disiapkan.
30 orang ini nantinya akan berperan sebagai korban tewas dan luka-luka.
Setelah video serangan direkam, masing-masing aktor akan dibayar $500 atau senilai Rp 7,5 juta.
Untuk memaksimalkan taktik provokasi ini, Mizintsev mengatakan, Ukraina telah mengirim 20 wartawan dari negara lain serta staff UNICEF ke Odesa di antara 26-28 Juni.
"Kami memperingatkan sedari dini komunitas internasional dan organisasi internasional," terang Mizintsev.
Baca juga: Menlu Rusia Sebut Sudah Tak Percaya Lagi pada Amerika dan Uni Eropa, Singgung soal Tirai Besi
Sebelumnya, serangan yang menewaskan 21 orang diketahui mengenai apartemen sembilan lantai di Desa Serhiivka.
Dikutip TribunWow.com dari skynews, menurut otoritas di Ukraina, serangan dilakukan menggunakan misil.
Juru bicara pemerintahan daerah Odesa, Serhiy Bratchuk menyampaikan dari total 21 korban, satu di antaranya adalah bocah laki-laki berusia 12 tahun.
Sejauh ini ada 41 orang telah dievakuasi dari apartemen yang diserang misil.
Diketahui apartemen tersebut ditinggal 152 orang.