Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Hindari Wajib Militer, 219 Pemuda Ukraina Diciduk di Ratusan Pusat Hiburan Malam yang Dirazia Polisi

Pihak kepolisian di Kiev telah melakukan razia di ratusan tempat hiburan malam yang berada di Ibu Kota Ukraina.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
JEREMY BOWEN/BBC
Sekelompok remaja di Ukraina bersiap-siap menjalani latihan militer sebelum ikut berperang melawan pasukan Rusia. Ilustrasi wajib militer di Ukraina. 

TRIBUNWOW.COM - Total 219 pemuda di Ukraina diciduk dari sejumlah tempat hiburan malam karena menghindari wajib militer di tengah konflik melawan Rusia.

Razia ini dilakukan oleh pihak kepolisian di ratusan klub malam yang tersebar di Kiev/Kyiv.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, pada akhir pekan kemarin ada 420 pusat hiburan malam yang dirazia.

Baca juga: Rencana Jokowi Damaikan Rusia-Ukraina Disebut akan Sia-sia, Media Rusia Ungkit Sumpah Zelensky

Selain menemukan pemuda yang menhindari wajib militer, ditemukan juga pelanggaran jam malam, hingga kepemilikan obat-obatan terlarang.

Saat ini Ukraina masih berada di status darurat militer di mana pria berusia 18-60 tahun wajib untuk bergabung dalam pasukan militer Ukraina.

Para pemuda dalam rentang usia tersebut juga dilarang keluar dari Ukraina.

Rasa kesal dan frustasi saat ini mulai tumbuh di masyarakat Ukraina.

Rakyat Ukraina kini mulai memprotes pemerintah mereka karena mengirimkan warga sipil yang tak memiliki pengalaman militer untuk berperang menghadapi pasukan Rusia.

Baca juga: Bukan soal Damai, Zelensky Ingin Konflik Rusia-Ukraina Selesai Akhir Tahun Gara-gara Ini

Dikutip TribunWow.com dari Skynews, seiring naiknya korban jiwa dari pihak Ukraina, warga di sana mulai memprotes lantaran anggota keluarga mereka ada yang dikirim untuk berperang melawan Rusia padahal tak memiliki pengalaman perang.

Warga Kyiv/Kiev bernama Viktoriia Bilan-Raschuk (43) menjelaskan bagaimana suaminya dikirim untuk berperang di Severodonetsk padahal tak memiliki latar belakang militer.

Mirisnya, Viktoriia harus menabung uang demi bisa membeli perlengkapan militer untuk suaminya.

Viktoriia mengaku siap untuk memprotes kondisi yang ia alami.

"Pemerintah tidak melakukan banyak hal untuk mendukung mereka. Semakin lama ini berlangsung, makin banyak orang yang akan marah," kata dia.

Baca juga: Ajudan Putin Ucap Terima Kasih ke Jokowi karena Telah Undang sang Presiden Rusia ke G20

Sebelumnya, pejabat Rusia menyebut pemerintah Ukraina bersikap munafik terkait nasib warga sipil yang terjebak di pabrik kimia Azot, Severodonetsk.

Sikap yang sama diklaim pernah ditunjukkan saat insiden pengepungan di pabrik Azovtal, Mariupol.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinKievSeverodonetskwajib militer
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved