Konflik Rusia Vs Ukraina
Kepergok Drone Rusia saat Misi Pengintaian, Relawan Inggris Ungkap Detik-detik Dihujani Mortir
Tentara Inggris di Ukraina masih ingat bagaimana dirinya terluka parah seusai kepergok drone Rusia saat melakukan misi pengintaian.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
"Mengingat dukungan kami untuk Ukraina, intelijen Rusia akan sangat fokus pada operasi di Inggris dan juga dapat mencakup agen perekrutan di dalam lembaga politik, pertahanan, dan industri."
Pekan lalu terungkap sebanyak empat mata-mata Rusia mungkin telah menyusup ke Commons.
Anggota parlemen Chris Bryant mengatakan belum ada peringatan baru-baru ini kepada anggota parlemen tentang kehadiran agen Rusia.
Namun dia mengatakan kemungkinan ada segelintir antek Rusia di dalam Parlemen.
"Jika perang berkepanjangan maka saya pikir kita akan melihat Rusia kembali ke teknik mata-mata ala Perang Dingin yang lama," kata Bryant.
Seorang juru bicara Home Office juga mengatakan bahwa pihaknya telah mulai menjalankan upaya untuk menangkal ancaman Rusia.
"Kami telah membuat langkah besar dalam beberapa tahun terakhir untuk melawan ancaman yang ditimbulkan oleh negara Rusia dan untuk meningkatkan ketahanan kami dan sekutu kami terhadap aktivitas memfitnah Rusia," ujarnya.
Belanda Tangkap Agen Rahasia Rusia
Badan intelijen Belanda mengklaim telah menemukan seorang agen militer Rusia yang menyamar.
Agen Presiden Rusia Vladimir Putin tersebut dikabarkan mencoba menggunakan identitas palsu untuk menyusup ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Ia ditugaskan di badan tersebut diduga berkaitan dengan peran ICC yang sedang menyelidiki tuduhan kejahatan perang di Ukraina.
Dilansir TribunWow.com dari New York Post, Jumat (17/6/2022), pria bernama Sergey Vladimirovich Cherkasov diketahui sejak beberapa tahun yang telah lalu memasuki Belanda.
Ia mengaku sebagai warga negara Brasil dengan niat untuk magang di ICC yang berbasis di Den Haag pada bulan April.
Dikatakan Cherkasov merupakan bagian dari dinas intelijen militer Rusia GRU yang ditugaskan dalam penyamaran selama bertahun-tahun.
"Ini adalah operasi GRU jangka panjang, multi-tahun yang menghabiskan banyak waktu, energi, dan uang," kata kepala badan intelijen Belanda Erik Akerboom.