Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Banyak Tentara Ukraina Kabur dari Medan Perang, Beredar Video Berisi Keluhan Ditelantarkan Komandan

Jumlah tentara Ukraina yang menjadi desersi kabur dari medan perang disebut semakin meningkat bersamaan dengan beredarnya video berisi keluhan.

Tayang:
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Sputnik/Kementerian Pertahanan Rusia
Pasukan militer Rusia saat memeriksa para tentara Ukraina yang menyerah di pabrik baja Azovstal, Mariupol. Terbaru, jumlah tentara Ukraina yang menjadi desersi kabur dari medan perang disebut semakin meningkat bersamaan dengan beredarnya video berisi keluhan, Minggu (19/6/2022). 

Menurut keterangannya, sang tentara menyesal dan menuturkan kengerian yang dialami setelah berhadapan dengan tentara Chechnya.

Dilansir TribunWow.com dari Newsweek, Rabu (15/6/2022) Kepala Republik Chechnya berusia 45 tahun itu memposting video sembari menuliskan pesan dalam bahasa Rusia.

Dalam video singkat tersebut, seorang tahanan tentara yang disebut berasal dari Ukraina tampak terbaring sakit.

Ia dikelilingi pasukan Chechnya yang menanyainya dengan berbagai pertanyaan.

Pria yang mengaku bernama Maksimets Anton Anatolievich itu mengaku menyesal ikut berperang.

Ia memberi pesan pada koleganya yang lain agar jangan berani-berani melawan para tentara Chechnya.

"Jangan pernah melawan orang Chechnya!," tulis Kadyrov.

"Ini adalah kebenaran sederhana yang belum sepenuhnya dipahami oleh Banderites dan nasionalis, tetapi banyak dari mereka secara aktif menyadarinya. Seperti, misalnya, Anton Maksimets dari wilayah Vinnitsa, yang ditangkap oleh tentara kami di wilayah Tashkovka."

Ia mengklaim sang tahanan ketakutan mengetahui kekuatan tentara Chechnya.

Bahkan, disebutkan para prajurit Chechnya telah menjadi momok bagi pasukan Ukraina yang disebutnya sebagai Banderit.

Baca juga: Donald Trump Salahkan Joe Biden Jor-joran Bantu Ukraina hingga Kini Berpotensi Picu Perang Dunia III

"Anton Anatolyevich tidak hanya dengan tulus menyesali bahwa dia berani berperang melawan orang-orang Chechnya, tetapi bahwa dia bahkan (menyesal) datang ke Tashkovka. Menurutnya, setiap bentrokan dengan pejuang Chechnya menyebabkan kengerian sejati di jajaran Banderit dan nasionalis. Dan hanya teriakan agung kita ' AKHMAT-POWER', yang mereka ulangi seperti mantra, mampu menenangkan hati mereka yang gemetar," tulis Kadyrov.

"Saya telah berulang kali memperingatkan anda, Banderit kami yang terkasih, bahwa kami akan mengubah perlawanan anda menjadi konsekuensi yang menakutkan."

"Lebih baik jangan ke sini dan berdirilah di samping mereka yang berusaha melindungi rakyat Ukraina dari perbudakan Barat. Keturunan akan dengan tulus berterima kasih untuk langkah berani seperti itu."

Pendukung invasi Rusia ke Ukraina sering menyebut tentara Ukraina sebagai nasionalis atau Banderit, berdasar nama pemimpin politik Ukraina dan simpatisan Nazi Stepan Bandera (1909-1959).

Bandera dianggap oleh banyak orang Ukraina sebagai pahlawan nasionalis, meskipun faktanya para pengikutnya dituduh melakukan kekejaman terhadap Polandia dan Yahudi.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/4
Tags:
UkrainaRusiaKonflik Rusia Vs UkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved