Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Pilih Bungkam, Keluarga Rusia Justru Tahu Kematian Kerabat Tentaranya dari Postingan Ukraina
Para keluarga yang tinggal di wilayah Federasi Rusia kebanyakan justru mengetahui kematian kerabatnya yang tentara melalui siaran online Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Rusia bungkam mengenai nasib tentaranya yang berangkat ke Ukraina pada keluarga.
Para keluarga yang tinggal di wilayah Federasi Rusia itu kebanyakan justru mengetahui kematian kerabatnya melalui siaran online Ukraina.
Kerugian yang diderita Rusia akibat kematian pasukannya di medan perang pun diperkirakan berjumlah lebih banyak dibanding yang dilaporkan.
Baca juga: Rusia Peringatkan Intelijen Ukraina Siapkan Aksi Provokasi Serangan Senjata Kimia
Baca juga: Tentara Rusia Nekat Atur Sandiwara Kawin Kontrak agar Bebas dari Medan Perang Ukraina
Dilansir TribunWow.com dari The Moscow Times, Kamis (9/6/2022), kerabat tentara Rusia Amir Shaikenov menemukan foto seorang pria yang tewas di Ukraina di media sosial yang membuat keluarganya langsung khawatir.
Pasalnya, prajurit dalam gambar yang diambil di kota Bucha, Ukraina itu, memiliki kemiripan yang mencolok dengan Shaikenov.
Ia diketahui tergabung dalam unit militer elit, Divisi Serangan Udara ke-76, yang dikerahkan ke daerah itu pada minggu-minggu awal perang.
Kayrat, saudara laki-laki Shaikenov, menulis dalam postingan di situs media sosial VKontakte dan mengumumkan bahwa Amir Shaikenov telah terbunuh.
"Ada harapan bahwa foto ini palsu dan semuanya bohong," tulis Kayrat.
"(Namun) harapan menyusut setiap hari karena kami mendapat lebih banyak (detail) yang mengkonfirmasi kematian prajurit itu."
Di tengah kurangnya informasi resmi dari otoritas militer Rusia, keluarga Shaikenov adalah satu dari ratusan yang telah mengetahui tentang kehilangan orang yang dicintai dari posting online oleh orang Ukraina.
Baca juga: Ditangkap Pasukan Rusia, 2 Warga Inggris Dijatuhi Hukuman Mati, Keluarga Beri Pembelaan
Beberapa di antaranya adalah penemuan tidak sengaja ketika Ukraina mendokumentasikan kehancuran dan kematian akibat perang.
Tetapi yang lain merupakan hasil kerja para pejabat dan sukarelawan Ukraina yang berusaha mempublikasikan kerugian militer Rusia.
Kelompok sukarelawan Ukraina, dengan nama julukan "Tentara TI", bekerja untuk menyebarkan informasi dan foto personel militer Rusia yang telah meninggal di media sosial.
Mereka terutama menggunakan Vkontakte dan aplikasi perpesanan Telegram untuk memberi tahu keluarga para tentara yang gugur di Rusia.
Namun, hal ini justru mendapat kritikan dari seorang sejarawan militer dan ahli dalam pemulihan tentara yang tewas di Royal United Services Institute di London.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2-jasad-para-tentara-rusia-yang-tewas-dalam-konflik.jpg)