Konflik Rusia Vs Ukraina
Kepala Rabi Yahudi Pilih Kabur dari Rusia, Menolak Dipaksa Pemerintah Moskow Lakukan Hal Ini
Pimpinan keagamaan Moskow telah meninggalkan Rusia setelah mendapat tekanan untuk mendukung invasi negaranya ke Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pimpinan keagamaan Moskow telah meninggalkan Rusia setelah mendapat tekanan untuk mendukung invasi negaranya ke Ukraina.
Kepala Rabi Yahudi itu menolak untuk mengumumkan dukungannya secara publik.
Hingga kini tokoh kenamaan Eropa itu belum diketahui secara pasti keberadannya yang masih dirahasiakan oleh para kerabat.
Baca juga: Dituding Dukung Rusia, Pendeta Ukraina Diculik Tentara Nasionalis saat Upacara Keagamaan Berlangsung
Baca juga: Serbu Masjid, Rusia Klaim Selamatkan Tawanan yang Disekap Nazi Ukraina, Sebut Diminta Erdogan
Dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera, Pinchas Goldschmidt yang lahir Swiss telah menjabat sebagai kepala rabi Moskow sejak 1993.
Sementara itu, ia juga memimpin kelompok rabi besar di Eropa.
Avital Chizhik-Goldschmidt, seorang jurnalis yang berbasis di New York sekaligus menantu Goldschmidt, mengabarkan kepergian ayah mertuanya itu.
Melalui unggahan di akun Twitter @avitalrachel, Rabu (8/6/2022), Avital mengklaim sang mertua kini berada di Hongaria.
Ia menyebut ayahnya tersebut menerima tekanan dari pemerintah Rusia demi menarik simpati masyarakat atas invasi ke Ukraina.
"Akhirnya dapat berbagi (kabar) bahwa mertua saya, Kepala Rabbi Moskow @PinchasRabbi @Rebbetzin Dara Goldschmidt, telah mendapat tekanan dari pihak berwenang untuk mendukung 'operasi khusus' di Ukraina dan menolaknya," cuit Avital.
Ia mengatakan bahwa Goldschmidt terbang ke Hongaria dua minggu setelah invasi 24 Februari.
Dikatakan bahwa sang pemimpin Judaisme itu telah menggalang dana untuk para pengungsi di Eropa Timur sebelum melanjutkan ke Israel.
"Mereka sekarang diasingkan dari komunitas yang mereka cintai, bangun dan besarkan anak-anak mereka, lebih dari 33 tahun," kata Avital dalam utasnya.
"Rasa sakit dan ketakutan yang dialami keluarga kami beberapa bulan terakhir tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Suara Sinagog Paduan Suara Moskow terngiang di telinga kami."
Selama ini, organisasi-organisasi Yahudi di Rusia telah memberikan nada yang lebih kritis terhadap perang di Ukraina daripada kelompok-kelompok agama lainnya.
Komunitas itu juga mengkritik Gereja Ortodoks yang kuat yang telah mendukung aksi militer Rusia tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pinchas-goldschmidt-kepala-rabi-rusia-kabur-karena-ditekan-untuk-mendukung-invasi-ukraina.jpg)