Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dituding Dukung Rusia, Pendeta Ukraina Diculik Tentara Nasionalis saat Upacara Keagamaan Berlangsung

Seorang pendeta di kota Smila di Ukraina tengah diculik oleh sekelompok pria bersenjata pada hari Senin, (28/3/2022).

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Capture YouTube news.com.au
Ilustrasi tentara. Rusia sebut tentara Ukraina menculik pendeta yang sedang memimpin upacara keagamaan, Selasa (29/3/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Seorang pendeta di kota Smila di Ukraina tengah diculik oleh sekelompok pria bersenjata pada hari Senin, (28/3/2022).

Insiden itu terjadi di tengah kebaktian dan direkam dalam video oleh para pengunjung gereja yang terkejut.

Rekaman itu dengan cepat menyebar ke media sosial, dengan banyak yang melaporkannya sebagai nasionalis Ukraina menyerang dan menculik seorang pendeta pro-Rusia.

Prajurit Ukraina mencari peluru pasukan Rusia yang gagal meledak di Kiev, 26 Februari 2022.
Prajurit Ukraina mencari peluru pasukan Rusia yang gagal meledak di Kiev, 26 Februari 2022. (Sergei Supinsky/AFP)

Baca juga: Pilih Menyerah ke Rusia, Tentara Azov Ukraina Ungkap Taktik Licik Pasukannya, Korbankan Rakyat Sipil

Baca juga: Kesaksian Tentara Azov yang Menyerah ke Rusia, Bongkar Kebobrokan Dinas Militer Ukraina

Dilansir TribunWow.com dari Russia Today, Selasa (29/3/2022), dalam video tersebut, tersangka anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina terlihat menyerang dan dengan paksa menyeret seorang pendeta.

Pria lain yang dilaporkan mencoba membantu pendeta tersebut juga menerima perlakuan kekerasan.

Insiden itu terjadi di Gereja Syafaat, yang merupakan bagian dari Gereja Ortodoks Ukraina, namun masih setia pada Patriarki Moskow.

Insiden ini terjadi di tengah perpecahan yang sedang berlangsung antara gereja-gereja Ukraina.

Sejak awal 1990-an, beberapa pendeta telah memisahkan diri dari Gereja Ortodoks Ukraina Patriarkat Moskow (UOC-MP).

Komunitas tersebut bergabung dengan Gereja Ortodoks independen Ukraina di bawah Patriarki Kiev (OCU), dan menolak hubungan bersejarah dengan Rusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, keretakan tersebut ditandai dengan pengambilalihan paksa beberapa tempat peribadatan di Ukraina.

Perampasan itu diduga dilakukan oleh para pemuja dan aktivis sekutu Kiev.

Pekan lalu, anggota parlemen Ukraina memperkenalkan RUU ke parlemen yang menyerukan larangan total Patriarki Moskow di wilayah Ukraina dan penyitaan semua asetnya di dalam negeri.

Seorang wakil dari UOC-MP, Archpriest Vasyl Vozniuk, yang merupakan sekretaris Keuskupan Cherkasy, mengeluarkan pernyataan mengenai penculikan tersebu.

Ia mengatakan bahwa provokasi itu dilakukan atas perintah sekelompok imam lokal, yang dipimpin oleh Pastor Nikolai Seredich.

Pastor tersebut disebut dinilai telah menghasut tindakan skismatis dengan menuntut gereja itu melepaskan diri dari mitranya di Rusia dan bergabung dengan OCU.

Halaman 1/4
Tags:
RusiaUkrainaGerejaTentara
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved