Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Tolak Kirim Ukraina Iron Dome agar Tetap Harmonis dengan Rusia, Israel Diminta Keluar Zona Nyaman

Dubes Ukraina untuk Israel mendesak Israel yang menolak mengirimkan senjata dan sistem pertahanan kepada Ukraina.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Anas Baba/AFP
Potret Iron Dome milik Israel menangkal serangan misil dari Jalur Gaza, 14 Mei 2021. 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah sindiran disampaikan oleh Duta Besar Ukraina untuk Israel, Yevgen Korniychuk.

Sindiran ini disampaikan seusai Israel menolak untuk mengirimkan Ukraina amunisi anti-tank dan sistem pertahanan misil canggih milik Israel yakni Iron Dome (kubah besi).

Penolakan Israel didasari lantaran Israel ingin menjaga hubungan baik dengan Rusia.

Baca juga: Sadar Ukraina Kalah Persenjataan dari Rusia, Zelensky Berkeras Menangkan Perang demi Hal Ini

Baca juga: Piawai Kendalikan Drone, Bocah 15 Tahun Jadi Pahlawan Ukraina atas Jasanya Hancurkan Konvoi Rusia

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Israel khawatir apabila mengirimkan Ukraina Iron Dome maka senjata tersebut dapat digunakan oleh Ukraina untuk menyerang masuk ke wilayah Rusia.

Di sisi lain Ukraina menegaskan bahwa senjata-senjata tersebut diperlukan untuk bertahan dari serangan pasukan militer Rusia.

"Saya ingin pemerintah Israel untuk bergerak menjauh dari zona nyamannya dan kembali ke realita," kata Korniychuk.

Korniychuk turut menyampaikan bahwa Ukraina tidak mengemis dikirimkan senjata, ia menjelaskan Ukraina bersedia untuk membeli senjata milik Israel tersebut.

"Kami membutuhkan Iron Dome yang mana akan memungkinkan kami untuk melindungi warga sipil, perempuan dan anak-anak kami dari serangan misil pasukan Rusia," ujar Korniychuk.

Korniychuk mengatakan, Iron Dome tidak ia anggap sebagai senjata melainkan perlengkapan pelindung.

Sebelumnya diberitakan, seusai Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022), Ukraina menerima simpati dan bantuan dari banyak negara, khususnya negara-negara barat.

Israel adalah satu dari banyak negara yang turut memberikan bantuan kepada Ukraina.

Namun ada suatu permasalahan sehingga pemerintah Ukraina sempat mengeluhkan soal bantuan yang diberikan oleh Israel.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.tv, keluhan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Ukraina untuk Israel, Yevgen Korniychuk.

Korniychuk mengutarakan kekecewaannya karena pemerintah Israel enggan memberikan bantuan pertahanan.

Di hadapan para wartawan di Tel Aviv, Korniychuk lalu mengenakan helm bantuan Israel sambil menyampaikan sebuah sindiran.

"Tolong beri tahu saya bagaimana Anda bisa membunuh dengan benda ini? Ini tidak mungkin. Jadi saya tidak tahu apa yang ditakuti orang-orang ini," ujar Korniychuk pada Senin (7/3/2022) waktu setempat.

Kendati demikian, Korniychuk tetap menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perdana Menteri Israel Naftali Bennett terkait upaya Israel menjadi mediator.

Baca juga: Ukraina Dibanjiri Bantuan Senjata, Polisi Swedia Khawatir Gangster Ikut Diuntungkan

Putin Minta Maaf pada PM Israel

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat meminta maaf pada Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, Kamis (5/5/2022).

Pernyataan tersebut dibuat setelah Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengucapkan hal kontroversial.

Ia menyamakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan pimpinan Nazi Adolf Hitler yang disebut memiliki darah Yahudi.

Dilansir TribunWow.com dari BBC, Jumat (6/5/2022), dalam sebuah wawancara dengan Rete 4 dari penyiar Mediaset Italia, Lavrov berbicara tentang sikap fundamental Rusia pada peristiwa di Ukraina.

Selama wawancara, Lavrov juga mengomentari pernyataan Zelensky bahwa de-nazifikasi tidak mungkin dilakukan di negaranya karena dia adalah orang Yahudi.

"Saya bisa saja salah, tetapi Hitler juga memiliki darah Yahudi. (Bahwa Zelensky adalah Yahudi) tidak berarti mutlak (bebas dari Nazi). Orang-orang Yahudi yang bijaksana mengatakan bahwa anti-Semit yang paling bersemangat biasanya adalah orang-orang Yahudi sendiri," tutur Lavrov, Minggu (1/5/2022).

Pernyataan ini diungkapkannya beberapa hari setelah Israel memperingati Hari Peringatan Holocaust yang merupakan acara paling khidmat dalam kalender Israel.

Akibatnya, pada hari Kamis, Bennett dan Putin melalui sambungan telepon membahas pernyataan tersebut.

Dilansir dari media Rusia TASS, percakapan itu dibagikan oleh kantor pers PM Israel.

"Perdana menteri telah menerima permintaan maaf Putin atas kata-kata Lavrov dan berterima kasih kepada presiden karena menjelaskan sikapnya terhadap orang-orang Yahudi dan peringatan korban Holocaust," bunyi pernyataan itu.

Kantor pers Bennett juga melaporkan bahwa perdana menteri tersebut berterima kasih kepada Putin atas sambutannya yang diberikan pada peringatan 74 tahun Hari Kemerdekaan di Israel.

Kantor pers Kremlin mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari sebelumnya bahwa Putin memberi selamat kepada Bennett atas Hari Kemerdekaan Israel, yang dirayakan pada 5 Mei.

"Kepala negara Rusia telah menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada Naftali Bennett dan rakyat Israel pada kesempatan hari libur nasional hari ini - Hari Kemerdekaan," bunyi pernyataan itu.

Kantor pers Kremlin mengatakan dalam pernyataannya bahwa kedua pemimpin menyatakan minat bersama dalam pengembangan masa depan hubungan Rusia-Israel dan dukungan lebih lanjut dari kontak yang berguna antara otoritas kedua negara.

"Menjelang Hari Kemenangan, yang dirayakan baik di Rusia dan Israel pada 9 Mei, Vladimir Putin dan Naftali Bennett menekankan pentingnya tanggal ini bagi orang-orang dari kedua negara, yang menghargai kebenaran sejarah dari peristiwa tahun-tahun ini dan memperingati memori semua yang gugur, termasuk korban Holocaust.".

Baca juga: Sebut Rusia Perlu Praktikkan Hukuman Ala Nazi, Tokoh Ini Peringatkan Penentang Invasi ke Ukraina

Baca juga: Rusia Izinkan Serangan ke Pangkalan Militer NATO yang Bantu Ukraina, Perang Dunia III Dimulai?

(TribunWow.com/Anung/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyIsrael
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved