Konflik Rusia Vs Ukraina
Hubungi Pengacara, Tentara Rusia di Ukraina Protes Sudah Berbulan-bulan Tak Bertemu Istri
Tentara dan prajurit pro Rusia mulai banyak yang mengeluh berada dalam kondisi tak nyaman selama konflik berlangsung.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Keluhan dan protes mulai berdatangan dari tentara dan prajurit pro Rusia terhadap kondisi mereka selama berperang di Ukraina.
Seorang tentara Rusia bahkan telah berbicara kepada pengacara mengeluhkan kondisi yang kini ia rasakan.
Protes yang disampaikan beragam, mulai dari kelaparan, kedinginan, hingga menderita penyakit keras.
Baca juga: Tolak Kirim Ukraina Iron Dome agar Tetap Harmonis dengan Rusia, Israel Diminta Keluar Zona Nyaman
Baca juga: Angela Merkel Tak Menyesal Pernah Tolak Ukraina Masuk NATO, Mantan Kanselir Jerman Ungkap Alasan
Dikutip TribunWow.com dari Guardian.com, seorang prajurit pro Rusia bercerita, untuk jangka waktu cukup lama ia dan rekan-rekannya bertahan hidup tanpa bantuan medis dan makanan.
Prajurit pro Rusia yang berasal dari Donetsk itu turut mengeluhkan bagaimana rekan-rekan seperjuangannya banyak yang menderita penyakit kronis hingga masalah kejiwaan.
Sementara itu seorang tentara Rusia bernama Andrei yang ditempatkan di dekat Kiev/Kyiv mengeluhkan kelelahan yang luar biasa.
Ia juga mengaku telah menghubungi pengacaranya memprotes dirinya sudah tak melihat istrinya selama beberapa bulan.
"Ini begitu melelahkan, seluruh unit ku ingin istirahat tetapi pemimpin kami mengatakan mereka tidak bisa mengganti kami sekarang," kata Andrei.
Andrei mengatakan, tiga bulan yang ia habiskan berperang di Ukraina terasa lebih lama dibandingkan empat tahun saat ia berdinas di waktu damai.
Sebelumnya, dua tentara Rusia ditetapkan sebagai pelaku kejahatan perang seusai ditangkap oleh pasukan militer Ukraina.
Alexander Ivanov (21) dan Alexander Bobykin (26) ditempatkan dalam sebuah ruangan kaca saat dihadirkan dalam pengadilan di Ukraina.
Baca juga: Dikirimi Pemerintah AS Surat, Dubes Rusia Ngaku Dibujuk Berkhianat dan Diminta Kecam Putin
Baca juga: Dianggap Rusia Ceroboh, AS Disebut Tak Pedulikan Risiko saat Kirim Ukraina Senjata
Saat dipertontonkan ke publik, kedua tentara Rusia itu mengatakan di depan media bahwa mereka menyalahkan Presiden Rusia Vladimir Putin atas konflik yang terjadi di Ukraina.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, keduanya juga menyebut perang di Ukraina adalah sebuah kegagalan.
Ivanov dan Bobykin ditetapkan sebagai pelaku kejahatan perang karena menembak 38 misil ke pemukiman warga sipil dan sekolah di awal-awal konflik terjadi.
Keduanya menerima vonis hukuman penjara 12 tahun.
Saat diwawancarai oleh media asal Inggris The Sun, Bobykin berharap konflik di Ukraina segera berakhir.
Bobykin bahkan mengaku sempat berniat untuk membelot ke pasukan militer Ukraina.
"Putin sebaiknya menghentikan perang sekarang. Ini adalah sebuah kesalahan. Perang ini adalah sebuah kegagalan," kata Bobykin.
Bobykin turut menyesali telah terlibat dalam konflik di Ukraina.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dituding telah merekayasa momen kunjungan ke sebuah rumah sakit.
Diketahui pada Rabu (25/5/2022) Putin menjenguk tentara Rusia yang terluka akibat konflik di Ukraina, di sebuah rumah sakit di Moskow.
Media asal Inggris The Sun, memberitakan tentara Rusia yang menjadi pasien di RS tersebut hanyalah aktor.
Dikutip TribunWow.com, aktor ini diduga kuat sempat tampil bertemu Putin di acara lain.
Analisis ini disampaikan oleh seorang Pakar Penanggulangan Propaganda asal Estonia bernama Adam Rang.
"Putin bertemu dengan seorang prajurit terluka yang, secara kebetulan anehnya, juga seorang pekerja pabrik yang dia temui sebelumnya," ujar Adam.
Adam tidak menyimpulkan kedua orang itu merupakan orang yang sama, namun ia menduga kuat mereka adalah orang yang sama.
Menurut Adam, Putin sudah sejak lama menggunakan aktor untuk kepentingan gimmick media.
Baca juga: Disetrum Berminggu-minggu oleh Agen Rusia, Mayat Tentara Ukraina Dipulangkan ke Ibunya
Sebelumnya, kunjungan ke tentara Rusia yang terluka dilakukan oleh Putin dan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu di Moskow, pada Rabu (25/5/2022).
Saat melakukan kunjungan, seorang tentara Rusia menceritakan tentang anak dan istrinya.
Dilansir TribunWow.com, video percakapan antara Putin dan tentara Rusia tersebut diunggah di YouTube The Telegraph.
Tampak Putin mengenakan jas berwarna putih mengunjungi sebuah kamar berisi dua tentara Rusia.
Awalnya Putin menyalami kedua tentara Rusia tersebut.
"Apakah tanganmu dapat bekerja secara normal?" tanya Putin ke seorang tentara Rusia.
"Iya pak," jawab tentara Rusia tersebut.
Putin lalu menanyakan dari unit mana ia berasal.
Tentara Rusia itu mengaku berasal dari brigade artileri.
Ia lalu menceritakan bahwa istri dan anaknya kini berada di Nizhny Novgorod.
Mendengar sang tentara Rusia itu bercerita soal keluarga, Putin memfokuskan pertanyaannya seputar keluarga sang tentara tersebut.
"Apakah Anda berkomunikasi dengan mereka?" tanya Putin.
"Iya pak," jawab sang tentara.
"Apakah mereka khawatir kepada Anda?" tanya Putin lagi.
"Iya pak," jawab tentara Rusia itu.
"Apakah mereka sudah berkunjung? Apakah kau sudah melihat mereka?" tanya Putin yang terus membahas keluarga sang tentara.
"Tidak, mereka tidak datang," kata tentara tersebut singkat.
"Ketika mereka datang melihat mu, mereka akan memahami bahwa semuanya benar-benar baik-baik saja," ujar Putin.
"Cepat sembuh," ucap Putin sembari menyalami kedua tentara tersebut.
Di sisi lain, sebuah sindiran disampaikan oleh anggota militer Ukraina kepada pemerintahan Rusia.
Anggota militer Ukraina, Kolonel Volodymyr Liamzin menyebut Rusia memperlakukan rakyatnya sendiri layaknya sampah.
Sindiran ini bermula dari temuan jasad tentara Rusia di hutan yang terletak di sekitar Kyiv/Kiev.
Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, diketahui ada banyak mayat tentara Rusia yang ditemukan di sekitar Kyiv.
"Mayat yang kita temukan menunjukkan (Rusia) memperlakukan rakyat mereka seperti sampah," ujar Liamzin.
"Mereka tidak memerlukan tentara mereka, mereka membuangnya ke sini."
Liamzin menyebut, jasad para tentara Rusia itu ditelantarkan begitu saja sementara itu pasukan mereka mundur dari Kyiv.
Jasad tentara Rusia yang ditemukan kemudian disimpan di sebuah kereta pendingin untuk disimpan.
Pihak Ukraina mengatakan, mereka nantinya ingin mengembalikan jasad-jasad tentara tersebut kembali ke keluarga mereka.
Namun menurut Ukraina, pemerintah Rusia tidak menunjukkan ketertarikan atau keinginan untuk mengambil mayat-mayat tersebut.
Sebelumnya beredar sebuah video menampilkan pemerintah Ukraina menyimpan jasad para tentara Rusia.
Video ini dirilis pada Jumat (20/5/2022) setelah adanya laporan menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah kehilangan 30 ribu tentaranya dalam konflik di Ukraina. (TribunWow.com/Anung/Via)