Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelensky Kunjungi Garis Depan Tempat Pertempuran Sengit Rusia dan Ukraina Berlangsung

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan perjalanan berbahaya ke garis depan medan perang.

Tayang:
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Layanan Pers Kepresidenan Ukraina
Mengenakan rompi antipeluru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilik bangunan yang hancur di Kharkiv dan sekitarnya, tempat pasukan Rusia mundur dalam beberapa pekan terakhir, Minggu (29/5/2022). Terbaru, Zelensky melakukan kunjungan ke lokasi di dekat pertempuran berlangsung, Minggu (5/6/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan perjalanan berbahaya ke garis depan medan perang.

Mengatakan pada hari Minggu (5/6/2022), dia mengklaim telah mengunjungi Lysychansk dan Soledar.

Padahal, dua kota ini berada sangat dekat dengan beberapa pertempuran paling sengit antara pasukan negaranya dan pasukan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendengarkan kesaksian seorang lansia saat berkunjung ke Bucha, Selasa (5/4/2022).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendengarkan kesaksian seorang lansia saat berkunjung ke Bucha, Selasa (5/4/2022). (Capture YouTube NBC News)

Baca juga: Jika Ditangkap Pasukan Rusia, Presiden Ukraina Zelensky akan Diadili sebagai Pelaku Kejahatan Perang

Baca juga: Zelensky Perdana Datangi Wilayah Kharkiv yang Dilanda Perang, Langsung Pecat Kepala Keamanan

Dilansir TribunWow.com dar Zeenews, Senin (6/6/2022), Lysychansk yang terkepung terletak hanya beberapa kilometer selatan dari Severodonetsk.

Kota itu menjadi lokasi di mana salah satu pertempuran darat terbesar selama perang sedang berlangsung.

"Saya pergi dengan kepala kantor (saya) ke timur. Kami berada di Lysychansk dan Soledar," kata Zelensky dalam video pidato malamnya, menambahkan bahwa dia tidak akan merinci kunjungan tersebut.

Dalam dua video terpisah yang dirilis kemudian, Zelensky tampil mengenakan T-shirt warna khaki khasnya.

Ia berbicara dengan pasukan dalam struktur bangunan seperti bunker seraya memberikan beberapa penghargaan dan menyapa yang lain.

"Apa yang anda semua pantas dapatkan adalah kemenangan, itu adalah hal yang paling penting. Tapi tidak dengan biaya apapun," kata Zelensky dalam video tersebut.

Namun, belum ada konfirmasi apakah video tersebut direkam pada saat Zelensky berada di Lysychansk dan Soledar.

Kunjungan yang diungkapkan secara terbuka itu adalah perjalanan yang sangat jarang dilakukan oleh Zelensky di luar ibukota Kyiv.

Karena alasan keamanan, ia hanya berkeliling di sekitar Kyiv menilik kejahatan perang yang dilakukan Rusia.

Bisa jadi tinjauan ke dua kota tersebut merupakan yang paling dekat dengan garis depan sejak awal invasi pada 24 Februari.

Sebagai informasi, Lysychansk dan Severodonetsk berada di wilayah Luhansk dan Soledar berada di wilayah Donetsk.

Kedua wilayah tersebut membentuk wilayah Donbas yang lebih luas sebagai jantung industri Ukraina, yang diklaim Rusia sedang dalam proses pembebasan.

Pengamat mengatakan bahwa kemenangan di timur Ukraina diperlukan bagi Putin untuk mengklaim operasi militer itu berjalan sukses.

Baca juga: Zelensky Terancam Dipenggal Militernya Sendiri, Buntut Isu akan Serahkan Wilayah Ukraina ke Polandia

Baca juga: 100 Hari Invasi Rusia ke Ukraina, Berikut Rangkuman Harian Konflik Antara Putin dan Zelensky

Rusia Kuasai 20 Persen Wilayah Ukraina

Invasi Rusia ke Ukraina yang digelar sejak Kamis (24/2/2022), memasuki hari ke-100 hari ini, Jumat (3/6/2022).

Kyiv pun mengatakan bahwa Moskow sekarang menguasai 20 persen wilayah Ukraina.

Sementara itu pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin terus menggempur wilayah Donbas Timur.

Peta wilayah Ukraina yang telah dikuasai Rusia, per Kamis (26/5/2022).
Peta wilayah Ukraina yang telah dikuasai Rusia, per Kamis (26/5/2022). (Situs UK Mod/ Institute for the Study of War)

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, setelah lebih dari 100 ribu tentara Rusia berkumpul di perbatasan Ukraina pada hari-hari menjelang invasi 24 Februari, para analis membuat prediksi mengerikan bahwa tentara Moskow akan menyapu kemenangan dalam hitungan hari.

Namun sebaliknya, pasukan Ukraina telah melakukan pertahanan sengit selama 100 hari terhadap 'operasi militer khusus' Rusia.

Pasukan Putin pun telah dipaksa untuk mengarahkan pandangan mereka untuk merebut bagian timur negara itu setelah diusir dari sekitar ibu kota Kyiv.

Rusia juga diklaim telah menderita kerugian besar di tangan perlawanan Ukraina yang sangat cakap.

Tapi sementara pasukan Kyiv telah mengejutkan banyak orang dengan pertahanan mereka yang kokoh, ribuan warga sipil telah tewas dalam penembakan Rusia tanpa pandang bulu.

Jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan kejahatan perang mengerikan yang dilakukan oleh pasukan Putin telah terungkap.

Saat perang telah memasuki bulan keempat, Ukraina juga mengalami kerugian militer yang besar.

Dan meskipun kemajuan mereka jauh lebih lambat dari yang diperkirakan Moskow, pasukan Rusia telah memperluas kendali melampaui 16.600 mil persegi yang diambil ketika Rusia merebut Krimea dan sebagian Donbas pada tahun 2014.

"Hari ini, sekitar 20 persen wilayah kami berada di bawah kendali penjajah," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidatonya kepada anggota parlemen Luksemburg, Kamis (2/6/2022).

Dia menambahkan bahwa serangan Rusia di Donbas timur sekarang telah membunuh hingga 100 tentara Ukraina setiap hari.

Para ahli pun mengatakan militernya berpacu dengan waktu untuk menerima lebih banyak persenjataan Barat, atau menghadapi prospek mundur daripada dikepung di wilayah tersebut.

"Jika kita memenangkan perang ini, semua orang Eropa akan dapat terus menikmati kebebasan mereka,' kata Zelensky.

"Tetapi jika satu orang yang ingin menghancurkan kebebasan di Ukraina dan Eropa ini menang, maka masa kelam akan datang untuk semua orang di benua itu." (TribunWow.com/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Tags:
Volodymyr ZelenskyUkrainaRusiaSoledar
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved