Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Berang Ancam Serang Target Baru di Ukraina jika AS Kirim Pasokan Rudal Jarak Jauh
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan Barat agar tidak memberikan rudal jarak jauh ke Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Kami memahami bahwa pasokan dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain dimaksudkan untuk menebus kerugian peralatan militer ini," kata Putin.
"Ini bukan hal baru. Itu tidak mengubah apa pun pada dasarnya."
Baca juga: Prancis Minta Rusia Jangan Dipermalukan demi Perdamaian, Ukraina Balas Sindir Saran Macron
Baca juga: Ajak Negara Lain Bantu Lawan Rusia, Menhan Ukraina Peringatkan Polandia Bisa Jadi Target Selanjutnya
Potensi Perang Rusia dan AS
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov memperingatkan potensi terjadinya perang langsung antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) saat ini semakin tinggi.
Ryabkov menyoroti bagaimana AS mengirimi senjata berat ke Ukraina yang memiliki kemampuan untuk menyerang jarak jauh hingga masuk ke teritorial milik Rusia.
Senjata tersebut adalah sistem senjata peluncur roket M142 HIMARS.
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, AS sendiri sudah berpesan kepada Ukraina agar tidak menggunakan senjata tersebut untuk menyerang teritorial Rusia.
Pemerintah AS menyatakan tidak akan terlibat dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.
Namun Ryabkov membantah pernyataan AS tersebut.
Ryabkov menegaskan bahwa pengiriman senjata ke Ukraina justru meningkatkan potensi perang langsung antara Rusia dan AS.
Menurut Ryabkov, AS tidak melakukan appaun untuk mencegah konflik antara Rusia dan Ukraina menjadi semakin besar.
Ryabkov menyebut, AS akan terus mendukung terjadinya perang hingga titik penghabisan warga Ukraina terakhir.
"Ini berbahaya," ujar Ryabkov.
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin dituduh sengaja ingin terjadi bencana krisis pangan global.
Tuduhan ini disampaikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/presiden-rusia-vladimir-putin-soal-ukraina-jumat-2522022.jpg)