Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Berang Ancam Serang Target Baru di Ukraina jika AS Kirim Pasokan Rudal Jarak Jauh
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan Barat agar tidak memberikan rudal jarak jauh ke Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan Barat agar tidak memberikan rudal jarak jauh ke Ukraina.
Putin memperingatkan bahwa dia akan menyasar target baru jika sistem roket canggih asal AS itu dipasok ke Ukraina.
Ditambahkan klaim bahwa pengiriman senjata baru ke Kyiv ditujukan untuk memperpanjang konflik.
Baca juga: VIDEO Tank Bantuan Negara Eropa Timur Langsung Dihancurkan Rusia Pakai Rudal setelah Masuk Kota Kyiv
Baca juga: 5 Skenario Akhir Konflik Rusia dan Ukraina, Putin Umumkan Gencatan Senjata hingga Menang Sepihak
Dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera, Minggu (5/6/2022), Rusia belum lama ini mengklaim telah berhasil mengebom sasaran di Kyiv.
Serangan ini menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja lainnya yang dipasok oleh negara-negara Barat.
Tindakan agresif tersebut dinilai sebagai bentuk ancaman akibat pasokan senjata yang terus dikirim pihak Barat untuk Ukraina.
Bahkan, Putin terang-terangan menyatakan akan menyerang target baru jika AS mengirim rudal jarak jauh yang bisa menjangkau wilayahnya.
"(Moskow) akan menarik kesimpulan yang tepat dan menggunakan senjata kami untuk menyerang target yang belum kami hantam," kata Putin tanpa merinci target mana yang dia maksud.
Pernyataan ini muncul beberapa hari setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa AS akan mengirim sistem roket yang dapat menyerang ke Rusia.
Tetapi sehari kemudian, Biden mengumumkan bahwa ia telah memutuskan untuk memberi Ukraina sistem roket dan amunisi yang lebih canggih, tanpa menyebutkan namanya.
Diketahui, Ukraina telah meminta Multiple Rocket Launch Systems (MLRS) seperti M270 dan M142 HIMARS untuk menyerang pasukan dan persediaan senjata Rusia.
Sementara Kyiv telah menekankan bahwa mereka tidak akan mencapai target di dalam Rusia, ada kekhawatiran bahwa menyediakan senjata semacam itu akan berisiko menarik AS dan sekutu NATO-nya ke dalam konflik langsung dengan Moskow.
Pejabat Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa keputusan AS untuk memasok Ukraina dengan sistem roket canggih dapat memperburuk konflik.
Putin juga bersikeras bahwa hal itu tidak akan membawa perubahan mendasar di medan perang.
Berbicara kepada saluran televisi pemerintah Rossiya-1, dia mengatakan keributan seputar pasokan senjata Barat ke Ukraina dirancang untuk mengalihkan konflik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/presiden-rusia-vladimir-putin-soal-ukraina-jumat-2522022.jpg)