Konflik Rusia Vs Ukraina
Kekacauan Mulai Terjadi di Pemerintahan Putin, Para Elite Rusia Dikabarkan Siap Melarikan Diri
Isu kudeta untuk melengserkan Presiden Rusia Vladimir Putin semakin mencuat ke permukaan.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
"Beberapa dari mereka mencari kesempatan untuk membawa keluarga mereka keluar dari Rusia, semuanya mencari cara untuk mentransfer akumulasi uang (dalam banyak kasus uang korupsi) ke dalam dolar dan euro."
"Ini sudah semacam pengkhianatan oleh orang-orang ini, karena mereka tidak mengikuti perintah ideologis Kremlin, tetapi sedang mempersiapkan realitas alternatif."
Baca juga: 4 Orang Dekat Putin Tewas Mengenaskan secara Misterius, Eks Petinggi FSB Ungkap Kecurigaan Ini
Baca juga: Putin Tahan 2 Pejabat Intelejen Rusia dan Pecat 8 Komandan Buntut Terhambatnya Invasi ke Ukraina
Putin Tangkap Jenderal FSB Rusia
Beredar kabar bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin kini tengah mengatasi perpecahan dalam tubuh pemerintahannya sendiri.
Hal ini ditandai dengan penangkapan Kolonel Jenderal Sergei Beseda, kepala Dinas Kelima dari dinas intelijen FSB dan wakilnya.
Menurut laporan intelijen, konflik internal tersebut terjadi lantaran adanya pertikaian pendapat mengenai invasi Rusia ke Ukraina.
Dikutip TribunWow.com dari The Wall Street Journal, Senin (21/3/2022), badan mata-mata dan pertahanan Rusia disebut telah saling melemparkan tudingan.
Hal ini akibat penyerangan ke Ukraina yang kini dinilai terlambat dari jadwal.
Dikatakan bahwa Rusia mengira invasi tersebut akan dapat dilakukan dengan mudah dan dalam waktu yang singkat.
Namun para pejabat militer AS justru menilai Rusia kini kewalahan lantaran menderita kerugian yang mahal dan memalukan.
Meski begitu, untuk saat ini perpecahan dalam staf pemerintahan Rusia dinilai masih belum sampai mengancam kedudukan Putin.
Dikatakan bahwa pihak berwenang Rusia pada awalnya percaya bahwa mereka akan dapat mengambil Kyiv, ibu kota Ukraina, dalam hitungan hari.
Namun hampir sebulan kemudian, pasukan Rusia masih gagal melakukannya, karena Ukraina pasukan melakukan perlawanan yang kuat dan bantuan Barat mengalir ke negara itu.
"Sulit membayangkan beberapa orang intelijen senior berbicara dengan Putin dan tidak memberi tahu Putin apa yang ingin dia dengar, terutama jika itu adalah keyakinan yang dipegang teguh, seperti keyakinan Putin tentang Ukraina," kata Jeffrey Edmonds, mantan pejabat CIA dan Dewan Keamanan Nasional AS.
Dilansir dari Jerusalem Post, Minggu (20/3/2022), Putin telah menangkap Beseda dan wakil Beseda yang kini menjadi tahanan rumah.
Baseda sebagai kepala Layanan Kelima FSB, bertanggung jawab untuk memberikan informasi intelijen kepada Putin menjelang perang.