Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Merasa seperti Hewan Buruan, Eks Tentara Inggris Sebut Perang Ukraina Paling Parah dibanding Irak

Berikut pengakuan seorang eks tentara Inggris yang pergi ke Ukraina demi menjadi tentara relawan melawan pasukan Rusia.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube The Telegraph
Warga Inggris sukarela menjadi tentara relawan di Ukraina demi membantu konflik melawan Rusia. 

TRIBUNWOW.COM - Delapan tahun menjadi tim medis di pasukan militer Inggris, warga asal Leeds bernama Tim (33) mengaku kondisi di Ukraina paling parah dibandingkan daerah-daerah konflik yang ia pernah kunjungi.

Selama delapan tahun berdinas di militer Inggris, Tim sempat sekali menjalani misi di Irak, dan dua kali di Afghanistan.

Apabila tiga misi itu digabungkan, menurut Tim tetap lebih parah kondisi di Ukraina.

Baca juga: Dulu Umumkan Ogah Angkat Tangan Lawan Rusia, Pasukan di Mariupol Disuruh Menyerah Pemerintah Ukraina

Baca juga: VIDEO Pengakuan Komandan Rusia, Pilih Bunuh Anak Buah yang Terluka ketimbang Merawatnya saat Perang

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Tim mengatakan intensitas pembunuhan dan kekacauan di Ukraina jauh lebih besar dibandingkan saat ia menjalani misi di Irak dan Afghanistan.

Selama di Ukraina, Tim membantu para pasukan militer Ukraina bersama dua warga Inggris lainnya yakni Ben (22) dan Connor (23).

"Kami hidup seperti hewan buruan, tidak pernah tinggal di satu tempat yang sama lebih dari dua atau tiga hari," ujar Tim.

Tim bercerita, tempat persembunyian yang ia tempati bersama teman-temannya pasti diserang tak lama setelah ditinggalkan.

"Pada suatu saat saya menghabiskan 36 jam tengkurap di lantai berdoa agar bombardir selesai," ujar Tim.

"Ini adalah konflik yang serius," katanya.

Tim mengatakan, para tentara Ukraina berperang seolah-olah mereka tidak peduli dengan keselamatan nyawa mereka sendiri.

"Hanya ingin mengalahkan musuh," kata Tim.

Di sisi lain, tiga minggu setelah dibebaskan, Volodymyr Khropun masih terlihat terguncang oleh trauma yang dialaminya.

Sukarelawan Palang Merah itu mengaku telah ditangkap oleh pasukan Presiden Vladimir Putin, dan dideportasi ke Rusia.

Ia pun mengalami penyiksaan berat selama dalam tahanan bersama penduduk Ukraina lainnya.

Pada 18 Maret, Volodymyr mengendarai bus sekolah ke desa Kozarovychi, sekitar 40km (25 mil) barat laut Kyiv, untuk mengevakuasi beberapa warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaTentara InggrisInggrisRusiaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved