Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dibawa ke Wilayah Rusia, Begini Nasib Prajurit Ukraina yang Sempat Terjebak di Azovstal

Ratusan prajurit Ukraina yang tadinya bertahan di pabrik baja Azovstal kini mulai dipindahkan bertahap.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Rezimen Azov
Rezimen Azov mengunggah sebuah video menampilkan kondisi terkini di pabrik baja Azovstal. Terbaru, ilustrasi kondisi di dalam pabrik Azovstal. 

TRIBUNWOW.COM - Pada Senin (16/5/2022) pemerintah Ukraina telah memberikan instruksi kepada prajurit di pabrik baja Azovstal, Mariupol untuk menyerah agar bisa dievakuasi.

Kini ratusan prajurit yang di antaranya banyak dalam kondisi luka-luka telah berhasil dievakuasi.

Namun para prajurit di Azovstal ternyata tidak dievakuasi ke wilayah Ukraina, melainkan dibawa ke teritorial Rusia.

Baca juga: Eks Anggota Intelijen Rusia Sebut Misi Putin Lawan Pasukan Ukraina di Donetsk Telah Gagal

Baca juga: Merasa seperti Hewan Buruan, Eks Tentara Inggris Sebut Perang Ukraina Paling Parah dibanding Irak

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, para prajurit Azovstal tersebut kini ada yang dirawat di rumah sakit di daerah milik Rusia.

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina, Hanna Maliar mengatakan, para prajurit Azovstal itu nantinya akan menjadi objek prosedur pertukaran.

Tidak dijelaskan detail apa yang dimaksud dengan prosedur pertukaran tersebut.

Namun spekulasi yang muncul di publik adalah para prajurit Azovstal tersebut akan ditukar dengan tentara Rusia yang menjadi tahanan perang di Ukraina.

Kendati demikian masih belum diketahui kapan pertukaran tersebut akan dilakukan.

Sebelumnya, pemerintah Ukraina telah memerintahkan para prajurit yang terkurung di pabrik baja Azovstal, Mariupol, agar menyerah kepada tentara Rusia.

Perintah ini disampaikan oleh Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina pada Senin (16/5/2022).

Ironisnya, beberapa kali pasukan di Azovstal memberikan pernyataan tidak akan menyerah dari tentara Rusia.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, militer Ukraina menyampaikan, misi pasukan yang berada di mariupol telah selesai.

Militer Ukraina juga menyampaikan perintah terbaru kepada pasukan yang ada di Azovstal untuk menyelamatkan nyawa seluruh prajurit yang ada di sana.

Setelah diberikan perintah untuk menyerah, pada Senin (16/5/2022) telah berhasil dievakuasi 264 tentara yang terkurung di Azovstal.

Kini 53 prajurit yang terluka berada di sebuah rumah sakit di Novoazovsk, dan 211 tentara lainnya berada di Yelenovka.

Kedua wilayah itu diketahui berada di Republik Rakyat Donetsk.

Pemerintah Rusia menduga ada sekira 2,200 orang yang terkurung di pabrik baja Azovstal.

Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, Senin (16/5/2022), Anna Malyar, wakil menteri pertahanan Ukraina, mengatakan bahwa sebuah pertukaran akan dilakukan untuk kepulangan mereka.

Malyar mengatakan bahwa misi sedang dilakukan untuk menyelamatkan pejuang yang tersisa di dalam pabrik baja Azovstal, benteng perlawanan terakhir di Mariupol.

“Berkat para pembela Mariupol, Ukraina mendapatkan waktu yang sangat penting,” kata Malyar.

"Dan mereka memenuhi semua tugas mereka. Tetapi tidak mungkin untuk membuka blokir Azovstal dengan cara militer."

Azovstal telah menjadi simbol perlawanan Ukraina terhadap invasi berkelanjutan Rusia ke negara itu.

Sekitar 600 tentara diyakini berada di dalam pabrik, di mana mereka terus bertempur bahkan setelah seluruh kota jatuh ke tangan pasukan Rusia.

"Kami berharap bahwa kami akan dapat menyelamatkan nyawa orang-orang kami," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam sebuah pidato pada Senin malam.

"Ada yang terluka parah di antara mereka. Mereka menerima perawatan. Ukraina membutuhkan pahlawan Ukraina hidup-hidup."

Hoda Abdel-Hamid dari Al Jazeera, melaporkan dari Odesa, mengatakan sebuah sumber mengindikasikan bahwa sejumlah anggota resimen Azov sayap kanan telah memutuskan untuk menyerah, tetapi belum ada konfirmasi resmi.

"Dalam beberapa hari terakhir, kami telah mendengar dari Presiden Zelensky dan dari pejabat senior lainnya di sini bahwa ini adalah negosiasi yang sangat sulit," kata Abdel-Hamid.

Resimen Ukraina di pabrik baja mengatakan pihaknya memenuhi perintah untuk menyelamatkan nyawa tentara dengan mengevakuasi mereka.

"Untuk menyelamatkan nyawa, seluruh garnisun Mariupol menerapkan keputusan yang disetujui dari Komando Militer Tertinggi dan mengharapkan dukungan dari rakyat Ukraina," kata resimen Azov dalam sebuah posting media sosial.

Dikatakan pasukannya di Mariupol telah bertahan selama 82 hari, mengulur waktu untuk memerangi pasukan Rusia.

Penyelamatan dilakukan beberapa jam setelah Rusia mengatakan telah setuju untuk mengevakuasi tentara Ukraina yang terluka ke fasilitas medis di Novoazovsk.

"Kesepakatan telah dicapai tentang pemindahan yang terluka," kata kementerian pertahanan negara itu pada hari Senin (16/5/2022).

"Sebuah koridor kemanusiaan telah dibuka di mana prajurit Ukraina yang terluka dibawa ke fasilitas medis di Novoazovsk."

Baca juga: VIDEO Serangan Rusia ke Mariupol, Jatuhkan Bom Fosfor & Artileri ke Pabrik Baja Azovstal Ukraina

Baca juga: Sebut Elon Musk Manusia Super, Komandan Ukraina Minta Bantuan agar Lolos Kepungan Rusia di Mariupol

Alasan Tak Mau Menyerah

Presiden Rusia Vladimir Putin pada beberapa minggu yang lalu mengeluarkan instruksi kepada pasukan militernya untuk memblokade pabrik baja Azovstal di Mariupol, Ukraina agar tidak ada yang bisa masuk dan keluar.

Namun Rusia juga telah menyampaikan bahwa warga sipil dibebaskan keluar dari Azovstal kapanpun mereka mau, begitu pula dengan kombatan yang memilih untuk menyerah.

Sementara itu, kelompok prajurit neo Nazi Ukraina bernama resimen Azov yang ada di Azovstal tegas menolak untuk menyerah kepada Rusia.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, pernyataan ini disampaikan oleh prajurit Azov bernama Ilya Samoylenko.

Pada Minggu (8/5/2022), di hadapan para jurnalis, Ilya menyebut opsi menyerah sama sekali tidak dapat diterima.

Menurut Ilya, menyerah kepada tentara Rusia sama saja dengan memberikan hadiah untuk musuh.

Ilya menyampaikan, resimen Azov hanya bersedia meninggalkan Azovstal jika mereka dievakuasi oleh pemerintah Ukraina atau bantuan dari negara lain.

Menurut penuturan Ilya, para prajurit Ukraina yang terkurung di Azovstal sudah tidak lagi memiliki senjata yang memadai untuk melakukan perlawanan.

Meskipun memiliki persediaan makanan dan minuman, mereka mengakui tak akan bisa memberikan perlawanan kepada para tentara Rusia.

Ilya menyebut ada ratusan tentara Ukraina dalam kondisi terluka masih terkurung di Azovstal.

Mereka menunggu bantuan dari pemerintah Ukraina untuk melakukan evakuasi.

"Kami akan terus berperang selama kita masih hidup," ujar Wakil Komandan Resimen Azov, Sviatoslav Palamar.

Penduduk Ukraina yang dievakuasi dari Mariupol berhasil tiba di kawasan Zaporizhzhia dengan selamat.

Delapan bus tersebut dilaporkan membawa 174 warga sipil Mariupol, termasuk 40 orang yang dievakuasi dari pabrik baja Azovstal yang terkepung di pelabuhan Laut Hitam.

Diketahui, 40 orang itu dievakuasi pada hari Sabtu dari pabrik baja Azovtal, di mana tentara Ukraina terakhir di kota yang hancur itu bersembunyi dan dikelilingi oleh pasukan Rusia.

Mereka tiba di Zaporizhzhia yang dikuasai Ukraina pada hari Minggu, (8/5/2022).

Pengungsi, beberapa dengan anak kecil, meninggalkan bus putih yang telah mengangkut mereka ke tempat parkir pusat perbelanjaan di Zaporizhzhia, sebuah kota di Ukraina selatan yang telah menjadi pusat bagi mereka yang melarikan diri dari daerah yang diduduki Rusia.

Dilansir TribunWow.com dari South China Morning Post, Senin (9/5/2022), koordinator kemanusiaan PBB di Ukraina, Osnat Lubranim memberitakan kabar gembira tersebut melalui akun Twitter miliknya.

"Saya lega mengonfirmasi bahwa kami berhasil membawa 174 orang lagi ke tempat yang aman dari neraka Mariupol hari ini," cuit Lubrani.

"Pekerjaan kita belum selesai. Saya tidak melupakan mereka yang ditinggalkan," tambahnya.

Dalam sebuah pernyataan, Lubrani mengatakan lebih dari 600 orang kini telah dievakuasi dari Mariupol melalui jalur yang aman.

Namun, masih banyak yang tidak dapat bergabung dengan konvoi tersebut.

"Kami akan melanjutkan keterlibatan kami dengan kedua pihak yang berkonflik untuk memastikan bahwa mereka yang ingin pergi memiliki jaminan untuk melakukannya dengan aman dan ke arah pilihan mereka," ujar Lubrani.

Sebelumnya pada hari Minggu, tentara Ukraina yang bertahan di pabrik baja menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerah.

"Kami, semua personel militer di garnisun Mariupol, kami telah menyaksikan kejahatan perang yang dilakukan oleh Rusia, oleh tentara Rusia," kata Ilya Samoilenko, seorang perwira intelijen resimen Azov.

"Kami adalah saksi. Menyerah bukanlah pilihan karena Rusia tidak tertarik dengan hidup kita."

Pembantu presiden Ukraina, Mykhaylo Podolyak, mengatakan di media sosial pada hari Minggu bahwa Kyiv tidak akan berhenti sampai berhasil mengevakuasi semua orang dari Azovstal.

Sabtu malam, Kyiv meminta badan bantuan Medecins Sans Frontieres (MSF) untuk mengevakuasi tentara terakhir yang tersisa di sana, banyak dari mereka terluka.

Ukraina juga mengatakan semua warga sipil wanita, anak-anak dan orang tua telah dievakuasi dari pabrik Azovstal.

Pabrik baja Azovstal adalah kantong terakhir perlawanan Ukraina di kota pelabuhan yang hancur dan nasibnya telah mengambil nilai simbolis dalam pertempuran yang lebih luas sejak invasi Rusia.

Seluruh Warga Sipil Dievakuasi dari Pabrik Baja Azovtal

Warga sipil terakhir Ukraina yang terperangkap di pabrik baja di kota pelabuhan Mariupol kini telah dievakuasi.

Seluruh wanita, orangtua dan anak-anak yang terperangkap dalam kepungan Rusia berhasil diselamatkan.

Namun, sejumlah tentara dan beberapa pria dikabarkan masih berada di dalam pabrik lantaran tak diizinkan keluar oleh Rusia.

Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, Minggu (8/5/2022), Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mengatakan pada hari Sabtu bahwa semua wanita, anak-anak dan orang tua telah dievakuasi.

Mereka dibawa keluar dari bunker bawah tanah di pabrik baja Azovtal, di mana mereka bersembunyi dari serangan Rusia dengan sedikit makanan, air atau obat-obatan.

"Bagian dari operasi kemanusiaan Mariupol ini sudah berakhir," tulis Vereshchuk di aplikasi perpesanan Telegram.

Pabrik baja Azovtal merupakan kantong terakhir pertempuran Ukraina di kota pelabuhan yang hancur.

Fasilitas ini telah menjadi simbol perlawanan terhadap upaya Rusia untuk merebut petak-petak Ukraina timur dan selatan dalam perang 10 minggu.

Ratusan pejuang Ukraina diperkirakan tetap berada di dalam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dalam pidato larut malam, mengatakan lebih dari 300 warga sipil telah diselamatkan dari pabrik tersebut.

Ia berjanji untuk melanjutkan upaya untuk mengevakuasi para pejuang yang terperangkap.

"Kami membawa semua warga sipil keluar dari pabrik Azovstal dan sekarang sedang mempersiapkan tahap kedua dari misi evakuasi untuk mengevakuasi mereka yang terluka dan petugas medis," kata Zelensky.

"Tentu saja, kami sedang berupaya mengevakuasi militer kami, semua pahlawan yang membela Mariupol."

Dia menambahkan bahwa pihak berwenang juga akan membantu warga di tempat lain di Mariupol dan pemukiman sekitarnya untuk keselamatan.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan kemenangan di Mariupol pada 21 April.

Ia memerintahkan pabrik itu dibokade, dan menyerukan pasukan Ukraina di dalam untuk melucuti senjatanya.

Mariupol terletak di antara Semenanjung Krimea yang direbut oleh Moskow pada tahun 2014 dan bagian timur Ukraina yang diambil oleh separatis yang didukung Rusia tahun itu.

Kota kecil ini adalah kunci untuk menghubungkan dua wilayah yang dikuasai Rusia dan memblokir ekspor Ukraina.

Di Washington, DC, Direktur Badan Intelijen Pusat AS William Burns mengatakan Putin yakin bahwa menggandakan konflik akan meningkatkan hasil bagi Rusia.

“Dia dalam kerangka berpikir di mana dia tidak percaya dia mampu untuk kalah,” kata Burns di acara Financial Times.

Namun, Moskow menyebut tindakannya sejak 24 Februari sebagai 'operasi militer khusus' untuk melucuti senjata Ukraina dan menyingkirkan nasionalisme anti-Rusia yang dikobarkan oleh Barat.

Ukraina dan Barat sepakat mengatakan Rusia melancarkan perang tanpa alasan.(TribunWow.com/Anung/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Sumber: TribunWow.com
Tags:
RusiaUkrainaAzovstalMenteri Pertahanan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved