Konflik Rusia Vs Ukraina
Membabi Buta Tembaki Warga Ukraina, Tentara Rusia Disebut Bawa Truk Khusus untuk Angkut Mayat
Anggota kepolisian di Ukraina menyebut tentara Rusia secara membabi buta menembaki warga sipil tanpa pandang bulu di Borodyanka.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, dalam waktu satu hari, Ivan kehilangan seluruh anggota keluarganya, mulai dari orangtua, istri hingga anak.
Saat serangan terjadi, Symarov sedang bertugas bersama polisi lain melawan serangan tentara Rusia.
Ketika itu Symarov mendengar suara ledakan yang berasal dari rumahnya.
Pada saat pulang ke rumahnya, Symarov menemukan sebuah lubang bekas ledakan persis di rumahnya.
Istri Symarov Lena (26), ayah Vasile (54), ibu Natalia (47), serta adik Petro (21) dan nenek Nina (82) semua tewas seketika.
Anak perempuan Symarov yakni Polina yang masih berusia dua tahun sempat ditemukan bernapas namun pada akhirnya tewas di rumah sakit.
"Saya berlari menuju puing-puing berteriak berharap seseorang menjawab tetapi tahu hanya ada sedikit harapan," kata Symarov.
"Binatang Putin menjatuhkan sebuah bom di rumah saya tanpa alasan."
"Pertama saya temukan ibu saya, lalu adik saya, kemudian nenek, selanjutnya saya menangis ketika saya melihat Polina. Dia masih bernapas. Saya membawanya ke rumah sakit berdoa dia mampu bertahan tetapi dia tewas," ungkap Symarov.
"Saya sekarang sendirian di dunia terima kasih kepada Putin," ujarnya.
Symarov mengaku tidak mengetahui mengapa pasukan militer Rusia mengincar rumahnya.
Menurut keterangan Symarov rumahnya tidak digunakan sebagai fasilitas militer pasukan Ukraina.
Kini Symarov ingin agar seluruh ibu di Rusia mengetahui rasa sakitnya, ia siap membantai tentara Rusia yang menginvasi ke Ukraina.
"Kami akan memerangi mereka sampai mati," ujar Symarov.
Di sisi lain, Sersan Vadim Shyshimarin (21) dihadirkan langsung dalam persidangan di Kyiv/Kiev atas kasus kejahatan perang yang menjerat dirinya.