Konflik Rusia Vs Ukraina
Sebut Elon Musk Manusia Super, Komandan Ukraina Minta Bantuan agar Lolos Kepungan Rusia di Mariupol
Seorang komandan angkatan laut Ukraina telah meminta bantuan kepada pengusaha miliarder Elon Musk.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Seorang komandan angkatan laut Ukraina telah meminta bantuan kepada pengusaha miliarder Elon Musk.
Tentara yang terjebak di pabrik baja Azovstal di Mariupol itu menghubungi taipan terkaya dunia itu melalui Twitter.
Ia memohon diselamatkan dari kepungan Rusia yang tengah memblokade pabrik tersebut.

Baca juga: Elon Musk Tantang Putin Duel Satu Lawan Satu, Jadikan Nasib Ukraina sebagai Taruhan
Baca juga: Kadyrov Sindir Elon Musk yang Tantang Duel Putin, Ajak Latihan Bersama Tentara Chechnya
Dilansir TribunWow.com dari Sky News, Kamis (12/5/2022), komandan bernama Mayor Serhiy Volyna itu pertama kali memposting pernyataanya di Facebook.
Ia mengatakan telah membuat akun Twitter dengan tujuan untuk menghubungi pendiri SpaceX.
Dalam posting Facebook-nya, dia menggambarkan Musk sebagai manusia super dan mengatakan pengusaha itu membuktikan tidak ada masalah yang tidak dapat dipecahkan.
"Dia tidak pernah menyerah seperti kita!," tambahnya, meminta dukungan Musk.
Sementara itu, ditilik dari akun Twitter pribadinya, Serhiy Volyna juga telah mengunggah tulisan permintaan tolong.
Ia menyebut Elon Musk seperti alien yang datang ke bumi untuk mengajari manusia.
Komandan dari brigade marinir ke-36 itu pun meminta bantuan agar bisa keluar dari kompleks pabrik Azovtal yang terkepung.
"@elonmusk, orang mengatakan anda datang dari planet lain untuk mengajar manusia untuk percaya pada hal yang mustahil.
Planet kita bersebelahan, tapi saya tinggal di tempat yang hampir mustahil untuk bertahan hidup.
Bantu kami keluar dari Azovstal ke negara penengah. Jika bukan anda, lalu siapa? Beri saya petunjuk," cuitnya melalui akun @Serjvlk, Kamis (12/5/2022).
Diketahui, pasukan Rusia terus membombardir pabrik baja Azovstal yang merupakan benteng terakhir pertahanan Ukraina di Mariupol.
Pihak berwenang Ukraina mengatakan antara 150.000 dan 170.000 dari 400.000 penduduk kota itu masih tinggal di sana di tengah reruntuhan yang diduduki Rusia.
Rupanya, permintaan tolong ini bukan yang pertama kali dibagikan Serhiy Volyna.
Lewat sebuah video, ia menyampaikan sebuah permohonan kepada para pemimpin dunia untuk membantu Mariupol dan Ukraina.
"Ini adalah pesan kami kepada dunia. Ini mungkin jadi pesan terakhir kami," ucap Serhiy Volyna Rabu (20/4/2022).
"Kami mungkin hanya memiliki beberapa hari atau jam tersisa."
"Kekuatan musuh 10 kali lebih besar dibandingkan kami. Mereka menguasai udara, artileri, tank dan unggul dalam kendaraan tempur."
Serhiy Volyna mengatakan, misinya dan pasukannya di Mariupol adalah mempertahankan pabrik baja Azovstal.
"Kami meminta kepada para pemimpin dunia untuk bantu kami," kata Serhiy Volyna.
Serhiy Volyna ingin agar dirinya dan para pasukannya dievakuasi ke negara dunia ketiga.
Menurutnya ada 500 tentara yang terluka, dan ratusan warga sipil di Mariupol termasuk wanita dan anak-anak yang belum dievakuasi.
"Kami meminta diberikan keamanan di teritori negara dunia ketiga," ujar Serhiy Volyna.
Baca juga: Mariupol Dikepung Rusia, Komandan di Ukraina Minta Bantuan: Waktu Kami Tinggal Beberapa Jam Lagi
Baca juga: Berencana Kirim Bom 3 Ton, Rusia Serang Pabrik Baja Azovtal Tempat Ribuan Warga Ukraina Berlindung
Elon Musk Diancam Rusia
Taipan kenamaan dunia, Elon Musk, menyebutkan soal kematian tak wajar yang mungkin akan menimpanya.
Ia pun membeberkan ancaman yang diterima dari petinggi Rusia yang tak senang atas bantuannya terhadap Ukraina.
Alih-alih cemas, Elon Musk justru menanggapi dengan santai bahkan membuatnya sebagai guyonan.
Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Senin (9/5/2022), Elon Musk (50) diketahui telah menggunakan Starlink untuk memungkinkan Ukraia tetap bisa mengakses internet di tengah invasi.
Rupanya, hal ini membuat Dmitry Rogozin, kepala badan antariksa Rusia Roscosmos Rusia, naik pitam.
Rogozin menuduh Elon Musk memberikan peralatan Starlink ke 'Batalyon Nazi Azov' serta cabang-cabang militer Ukraina.
Melalui akun Twitter @elonmusk, Senin (9/5/2022), pemilik perusahaan mobil listri Tesla itu mengunggah pernyataan yang dikirim Rogozin ke media Rusia.
"Dengan demikian Elon Musk terlibat dalam memasok pasukan fasis di Ukraina dengan komunikasi militer," kata Rogozin dalam pernyataan itu.
"Dan untuk ini kamu harus menjawab dengan cara dewasa, Elon, tidak peduli seberapa banyak kamu akan berpura-pura bodoh."
Baca juga: Bantu Ukraina, Elon Musk Luncurkan Teknologi Satelit, Tanggapi Permintaan Tolong atas Serangan Rusia
Selain menanggapi serangan, para pejabat mengatakan Starlink memberi pasukan Ukraina keunggulan dalam memenangkan perang drone saat negara itu melawan balik dengan teknologi untuk melacak invasi Rusia.
Miliarder itu menanggapi ucapan Rogozin dengan ejekan dan cibiran.
Ia bahkan menyinggung kemungkinan akan mati tak wajar seperti para lawan politik Putin atau musuh-musuh Rusia yang tewas karena racun atau pembunuhan berencana.
"Kata 'Nazi' tidak berarti seperti yang dia pikirkan," cuit Elon Musk.
"Jika saya mati secara misterius, saya senang telah mengenal anda."
Banyak penggemar Musk menanggapi tulisan tersebut, termasuk ibunya sendiri, Maye Musk.
"Itu tidak lucu," tulis ibu Elon Musk dengan beberapa emoji berwajah marah untuk menyatakan kekesalannya.
"Maaf! Saya akan melakukan yang terbaik untuk tetap hidup," jawab Elon Musk. (TribunWow.com)