Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Berencana Kirim Bom 3 Ton, Rusia Serang Pabrik Baja Azovtal Tempat Ribuan Warga Ukraina Berlindung

Rusia dikabarkan akan segera menyerang pabrik baja Azovtal di Mariupol, Ukraina, secara besar-besaran.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Website azovstal.metinvestholding.com/ru
Penampakan kompleks pabrik baja Azovtal yang terletak di wilayah kota Mariupol, Ukraina. 

TRIBUNWOW.COM - Rusia dikabarkan akan segera menyerang pabrik baja Azovtal di Mariupol, Ukraina, secara besar-besaran.

Tak tanggung-tanggung, Rusia dikabarkan akan menggunakan bom seberat 1 hingga 3 ton untuk menghancurkan bangunan tersebut.

Padahal, pabrik metalurgi tersebut diketahui telah menjadi tempat perlindungan ribuan warga Ukraina.

Pasukan tentara Rusia terlihat menyisir jalan saat berpatroli di kota Mariupol, Ukraina, diunggah Senin (18/4/2022).
Pasukan tentara Rusia terlihat menyisir jalan saat berpatroli di kota Mariupol, Ukraina, diunggah Senin (18/4/2022). (AFP/ Alexander Nemenov)

Baca juga: Rusia Siarkan Rekaman 1.026 Tentara Ukraina Menyerah, Bendera Putih Berkibar di Mariupol

Baca juga: Video Pasukan Rusia Temukan Markas Bawah Tanah Tentara Azov, Dapati Hal Ini Dalam Lorong

Dilansir TribunWow.com dari BBC, Selasa (18/4/2022), Ukraina menyatakan perang di wilayah timur telah dimulai.

Rusia dikabarkan akan segera melakukan penyerangan di wilayah Donbas, terutama di kota Mariupol.

Namun, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal, percaya pasukan pertahanan di kota Mariupol yang terkepung akan berjuang sampai akhir.

Hal ini terlihat dari diabaikannya tenggat waktu Rusia bagi pasukan Ukraina di Mariupol untuk menyerah pada hari Minggu.

"Kota ini masih belum jatuh," kata Shmyhal dikutip TribunWow.com dari sebuah wawancara dengan jaringan AS ABC.

"Masih ada pasukan militer kita, prajurit kita, jadi mereka akan berjuang sampai akhir. Dan untuk saat ini, mereka masih di Mariupol."

Militer Rusia mengatakan mereka menguasai hampir semua Mariupol.

Disebutkan juga bahwa Batalyon Azov Ukraina masih bertahan di Azovstal, sebuah pabrik baja besar yang menghadap ke Laut Azov.

Justin Crump, seorang ahli militer di konsultan keamanan Sybilline, mengatakan bahwa mungkin ada 500 hingga 800 tentara Ukraina yang bertahan di kota itu.

"(Pabrik baja Azovtal-red) memiliki bunker nuklir, terowongan, dibangun untuk bertahan dari konflik nuklir, mereka benar-benar siap untuk pertahanan," ujar Crump.

"Mereka memiliki waktu lebih dari 50 hari untuk membentengi dan membangun rute pelarian."

"Saya menduga bahwa kecuali mereka dimusnahkan, mereka akan berada di sana untuk waktu yang lama. Dapat dipercaya bahwa akan ada perlawanan gerilya."

Halaman
1234
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaRusiaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyMariupol
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved