Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ini Pengakuan Pengacara di Ukraina yang Dampingi Tentara Rusia terkait Kasus Kejahatan Perang

Seorang pengacara di Ukraina menjelaskan bagaimana dirinya menangani kasus kliennya yakni tentara Rusia yang diadili atas kejahatan perang.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube Al Jazeera English
Kanal YouTube Al Jazeera English pada 3 April 2022 menampilkan kondisi mengerikan di Kota Bucha, Ukraina. Tampak jasad warga sipil dibiarkan dalam kondisi berserakan terbuka di jalan raya. Satu dari beberapa jasad tampak tergeletak dalam kondisi masih memegang sepeda. 

"Hilangnya 15.000 pasukan di tahun 80-an mulai berdampak besar pada opini publik di Uni Soviet, jadi apa efek yang akna terjadi dari kehilangan 10.000 pasukan dalam 10 hari," tutur Clarke.

"Meskipun publik Rusia tidak akan banyak mendengar tentang ini, ibu-ibu tidak tahu apa yang terjadi pada putra mereka."

"Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada anak-anak ini karena tidak ada yang dibawa kembali."

Rusia yang disebut salah mengkalkulasi strategi, terus kehilangan pasukannya.

Clarke pun memprediksi pihak Rusia akan kehabisan pasukan hingga segera mengirim tentara tambahan.

"Saat ini, mereka akan kehabisan pasukan yang tersedia, karena mereka menyediakan sekitar 190.000 pasukan untuk operasi ini," terang Clarke.

"Dan mereka semua sekarang ada di sana. Akan ada beberapa ribu yang ditahan, tapi tidak banyak."

"Jadi mereka lebih dari 90% berkomitmen untuk operasi ini."

Rusia diperkirakan akan mengirim lebih banyak pasukan dari timur jauh yang sepertinya akan tiba dalam empat atau lima hari.

"Masalah yang dihadapi Rusia adalah mencoba menduduki negara yang tidak menginginkannya di sana," kata Clarke.

Selain itu, Rusia akan kekurangan pasukan yang harus berjaga di wilayah yang akan diduduki.

Seperti yang terlihat ketika saat ini Rusia berhasil merebut kota Kherson, namun tak bisa memegang kontrol.

"Mereka memiliki tiga sumbu serangan utama: melalui Kiev, di selatan di Mariupol, untuk terhubung dengan utara, dan di barat menuju Odesa," ujar Clarke.

"Semua lini serangan itu sekarang kehabisan tenaga, karena mereka harus meninggalkan begitu banyak pasukan, dan mereka tidak benar-benar memegang kendali."

"Satu-satunya kota yang mereka miliki adalah Kherson di selatan, dan mereka juga tidak benar-benar mengendalikannya."

Baca juga: Pakar Militer Soroti Vladimir Putin yang Tak Sebut Ukraina saat Pidato Hari Kemenangan Rusia

Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-76, Serangan Putin Berlanjut setelah Parade Hari Kemenangan

Sumber: TribunWow.com
Halaman 3/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved