Konflik Rusia Vs Ukraina
Kesaksian WNI Lolos dari Perang Ukraina, 3 Minggu Ketakutan Sembunyi di Bunker: Antara Hidup-Mati
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) menceritakan kesaksiannya saat perang Ukraina terjadi.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) menceritakan kesaksiannya saat perang Ukraina terjadi.
WNI bernama Iskandar itu menceritakan pengalaman mencekam penuh ketakutan dan kepanikan saat ia dan beberapa orang lain sembunyi di bunker selama tiga minggu.
Iskandar mengaku bersembunyi di pabrik Chernihiv saat kedutaan Indonesia menyusun beberapa rencana penyelamatan.
Baca juga: Pakar Sebut Putin Butuh Nuklir dan 800 Ribu Pasukan Tambahan agar Rusia Bisa Menang dari Ukraina
Pekerja pabrik itu pun memperhitungkan peluangnya untuk bertahan hidup hanya 10 persen.
“Saya hanya memiliki sedikit harapan bahwa saya akan hidup, dari garis antara hidup dan mati,” kata Iskandar, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Iskandar telah bekerja sebagai petugas kontrol kualitas di sebuah pabrik plastik Ukraina sejak tahun 2017.
Dia mengatakan, berasal dari kota Binjai, Sumatera Utara, Indonesia.
Iskandar, yang berbasis di kota utara Chernihiv, pertama kali mengetahui tentang invasi di YouTube pada pagi hari tanggal 24 Februari, ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan "operasi militer khusus" untuk "demiliterisasi dan de-Nazifikasi" Ukraina.
“Setelah video hampir selesai (diputar), penembakan dimulai,” kata Iskandar.
Sembilan pekerja Indonesia pabrik, dua rekan Nepal mereka dan seluruh staf Ukraina berkumpul di lantai pabrik, bertanya-tanya apa yang harus mereka lakukan.
“Semua orang pucat dan tekanannya bisa diraba. Aku bahkan tidak bisa tersenyum, dan kami mulai panik."
"Bos kami menyuruh kami mematikan mesin. Kami hanya meringkuk di sana dan mendengarkan suara roket yang terbang di atas kepala,” kata ayah empat anak itu kepada Al Jazeera.
Sayangnya bagi Iskandar dan para pekerja pabrik yang sekarang terperangkap, mereka terperangkap dalam apa yang kemudian dikenal sebagai Pengepungan Chernihiv.
Secara strategis penting, kota ini terletak di utara ibukota Ukraina, Kyiv, dan dekat dengan perbatasan Belarusia dan Rusia.
Lebih buruk lagi, putra Iskandar yang berusia 23 tahun, Aris Wahyudi, bersamanya di Ukraina.