Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Alami Sabotase, Fasilitas dan Pabrik Militer Rusia Meledak Diduga Aksi Protes Perang Ukraina

Rusia tampaknya menghadapi peningkatan sabotase di tengah invasinya ke Ukraina.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Capture Video Daily Mail
Ledakan besar terjadi di pabrik kimia Kaprolaktam, di Dzerzhinsk, Rusia, Rabu (4/5/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Rusia tampaknya menghadapi peningkatan sabotase di tengah invasinya ke Ukraina.

Sejumlah fasilitas dan pabrik yang berkaitan dengan militer Rusia dilaporkan meledak dan terbakar.

Diduga peledakan tersebut didalangi oleh pihak-pihak yang menentang perang.

Ledakan terjadi di kamp militer dan gudang senjata wilayah Belgorod, Rusia, diduga akibat serangan rudal Ukraina, Selasa (29/3/2022).
Ledakan terjadi di kamp militer dan gudang senjata wilayah Belgorod, Rusia, diduga akibat serangan rudal Ukraina, Selasa (29/3/2022). (Capture Video Daily Mail)

Baca juga: Serang Kehidupan Pribadi Putin, Uni Eropa Berencana Jatuhkan Sanksi pada Kekasih Presiden Rusia

Baca juga: Ukraina Bantah Serang Depot Minyak di Belgorod, Juru Bicara Milter Rusia Ungkap Fakta Berbeda

Belum lama ini, sebuah video menunjukkan bagaimana kantor pendaftaran militer Rusia dihantam oleh beberapa bom Molotov.

Insiden ini terjadi ketika spekulasi meningkat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan memberlakukan mobilisasi tentara secara massal.

Dan serangkaian kebakaran juga terjadi, salah satunya menewaskan 22 orang di lembaga penelitian desain rudal kementerian pertahanan.

Kemudian, tiga kematian dilaporkan setelah terjadi kebakaran pabrik bahan peledak.

Namun, pejabat Rusia menutupi atau meminimalkan beberapa serangan tersebut untuk menutupi kekhawatiran.

Kelompok hak asasi manusia gulagu.net, melihat serangan minggu ini di kantor pendaftaran militer di Nizhnevartovsk sebagai 'protes anti-perang'.

Sumber pro-pemerintah mengatakan bahwa dua bom molotov dilemparkan dan yang ketiga gagal terbakar.

"Video itu menunjukkan bagaimana seorang pria secara metodis membakar tujuh bom molotov satu demi satu, melemparkannya dan membakar pintu masuk kantor pendaftaran militer," kata kelompok itu dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Jumat (6/5/2022).

"Dan ini bahkan sebelum pengumuman mobilisasi sebagian atau penuh."

"Orang-orang menentang perang, tidak ada yang membutuhkan pembantaian, pembunuhan, dan isolasi diri Rusia. Protes ini semakin radikal. "

Pelempar bom dan komplotannya terlihat jelas dalam video dari tempat kejadian di Siberia barat.

Adapun dalam kebakaran besar pada hari Senin, tiga wanita tewas di pabrik bahan peledak Perm Gunpowder Plant, yang memasok tentara.

Mereka adalah Svetlana Bardakova, (59), Olga Savishchenko, (43), dan Ulyana Frants, (36).

Pabrik tersebut membuat beberapa sistem peluncuran roket Grad dan Smerch, yang digunakan oleh pasukan Rusia di Ukraina, dan sistem pertahanan udara serta peluru tank.

Seorang saksi mata mengatakan kepada surat kabar Komsomolskaya Pravda mengenai insiden tersebut.

"Bangunan itu terbang ke udara," kata sumber tersebut.

"Fasilitas di pabrik itu sudah tidak ada lagi".

Korban bernama Svetlana disebutkan tidak bisa melarikan diri dan terbakar.

"Olga memiliki 100 persen luka bakar di tubuh. Dia bahkan tidak dibawa ke rumah sakit," ujar sumber tersebut.

"Tapi Ulyana masih hidup, dia mengalami luka bakar 99 persen, dan putranya di kelas dua sedang menunggunya di rumah."

"Saya tidak tahu bagaimana harus pergi bekerja lagi. Aku hanya bisa menangis sepanjang malam," imbuhnya.

Pada hari Rabu, sebuah kapal tanker kereta api yang mengandung cairan yang tidak diketahui, terbakar di wilayah pabrik besar Kaprolaktam, Dzerzhinsk, yang pernah membuat senjata kimia.

Sebuah kereta api dikerahkan untuk melawan api yang mengamuk tersebut.

Masih ada kecurigaan atas penyebab kebakaran yang menewaskan 20 orang dengan tiga orang masih hilang dua minggu lalu di pabrik pertahanan perancang rudal rahasia di Tver.

Kebakaran itu membunuh beberapa perancang rudal top negara itu dan menghancurkan pekerjaan mereka.

Beberapa ilmuwan militer melompat untuk hidup mereka dari jendela di pabrik yang terbakar yang mengembangkan ruang baru dan sistem senjata.

Rusia awalnya mengatakan satu telah meninggal tetapi kemudian mengakui bahwa jumlah korban tewas adalah 22, dengan satu belum ditemukan di kompleks yang hancur.

Disebutkan kebakaran diakibatkan kesalahan teknis pada kabel.

Tetapi kebakaran yang menghancurkan Institut Penelitian Pusat Kedua Kementerian Pertahanan ini menyebabkan kerusakan yang tak terhitung pada penelitian senjata Rusia.

Kecurigaan telah disuarakan bahwa kebakaran itu adalah sabotase.

Baca juga: Putin Buru Tentara Khusus SAS Inggris yang Dikerahkan ke Ukraina, Diduga akan Sabotase Militer Rusia

Baca juga: Dibunuh Pasukan Rusia, Anak-anak di Ukraina Dihabisi di TK hingga Ditembak Agen Sabotase

Serangan di Depot Minyak Belgorod

Sebelumnya, Pemerintah Ukraina memberikan bantahan atas tudingan penyerangan di Belgorod, Rusia.

Bantahan ini diungkapkan setelah sebelumnya pejabat Kiev menolak untuk memberi konfirmasi.

Namun, pihak Rusia tetap bersikeras menuduh serangan ke depot minyak itu dilakukan oleh pasukan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Bahkan, Rusia mengancam membatalkan perundingan damai karena insiden tersebut.

Dilansir TribunWow.com dari media Kremlin, Russia Today, Jumat (1/4/2022), Kiev membantah terlibat dalam serangan di depot minyak pinggiran kota Belgorod, Rusia selatan.

Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Alexey Danilov pada Jumat malam menampik tudingan apa pun.

"Untuk beberapa alasan mereka mengatakan bahwa kami melakukannya. Faktanya, ini tidak benar sama sekali. Kami tidak mengomentari ini," tegas Danilov.

Sesaat sebelum pernyataan Danilov, Kementerian Pertahanan Rusia menyalahkan militer Ukraina atas insiden tersebut.

Klaim itu disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Igor Konashenkov dalam jumpa pers.

Menurut Konashenkov, depot minyak adalah fasilitas sipil yang ketat dan tidak berafiliasi dengan militer negara itu dengan cara apa pun.

"Dua helikopter Mi-24 Ukraina memasuki wilayah udara Rusia, terbang pada ketinggian yang sangat rendah. Helikopter Ukraina meluncurkan serangan rudal ke depot minyak sipil yang terletak di pinggiran Belgorod. Akibat serangan rudal, beberapa tank rusak dan terbakar,” kata Konashenkov.

Tudingan senada disampaikan oleh gubernur daerah Belgorod, Vyacheslav Gladkov.

Lewat akun Telegramnya, Gladkov menjelaskan bagaimana depot minyak yang ada di Belgorod mengalami kerusakan dan terbakar seusai diserang oleh dua helikopter milik Ukraina.

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, Gladkov mengatakan ada dua warga terluka akibat serangan tersebut.

Setelah terjadi serangan, warga di sekitar depot minyak langsung dievakuasi sementara itu petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api.

Belgorod sendiri terletak di sebelah utara perbatasan Rusia dan Ukraina.

Sementara itu Ukraina tidak menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Media asal Belarus, Nexta turut mengunggah sebuah video menampilkan kondisi depot minyak di Belgorod seusai serangan terjadi.

Tampak dalam video itu asap membumbung tinggi dari bangunan yang kebakaran diduga akibat serangan pasukan Ukraina. (TribunWow.com/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved