Konflik Rusia Vs Ukraina
Alami Sabotase, Fasilitas dan Pabrik Militer Rusia Meledak Diduga Aksi Protes Perang Ukraina
Rusia tampaknya menghadapi peningkatan sabotase di tengah invasinya ke Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Rusia tampaknya menghadapi peningkatan sabotase di tengah invasinya ke Ukraina.
Sejumlah fasilitas dan pabrik yang berkaitan dengan militer Rusia dilaporkan meledak dan terbakar.
Diduga peledakan tersebut didalangi oleh pihak-pihak yang menentang perang.

Baca juga: Serang Kehidupan Pribadi Putin, Uni Eropa Berencana Jatuhkan Sanksi pada Kekasih Presiden Rusia
Baca juga: Ukraina Bantah Serang Depot Minyak di Belgorod, Juru Bicara Milter Rusia Ungkap Fakta Berbeda
Belum lama ini, sebuah video menunjukkan bagaimana kantor pendaftaran militer Rusia dihantam oleh beberapa bom Molotov.
Insiden ini terjadi ketika spekulasi meningkat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan memberlakukan mobilisasi tentara secara massal.
Dan serangkaian kebakaran juga terjadi, salah satunya menewaskan 22 orang di lembaga penelitian desain rudal kementerian pertahanan.
Kemudian, tiga kematian dilaporkan setelah terjadi kebakaran pabrik bahan peledak.
Namun, pejabat Rusia menutupi atau meminimalkan beberapa serangan tersebut untuk menutupi kekhawatiran.
Kelompok hak asasi manusia gulagu.net, melihat serangan minggu ini di kantor pendaftaran militer di Nizhnevartovsk sebagai 'protes anti-perang'.
Sumber pro-pemerintah mengatakan bahwa dua bom molotov dilemparkan dan yang ketiga gagal terbakar.
"Video itu menunjukkan bagaimana seorang pria secara metodis membakar tujuh bom molotov satu demi satu, melemparkannya dan membakar pintu masuk kantor pendaftaran militer," kata kelompok itu dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Jumat (6/5/2022).
"Dan ini bahkan sebelum pengumuman mobilisasi sebagian atau penuh."
"Orang-orang menentang perang, tidak ada yang membutuhkan pembantaian, pembunuhan, dan isolasi diri Rusia. Protes ini semakin radikal. "
Pelempar bom dan komplotannya terlihat jelas dalam video dari tempat kejadian di Siberia barat.
Adapun dalam kebakaran besar pada hari Senin, tiga wanita tewas di pabrik bahan peledak Perm Gunpowder Plant, yang memasok tentara.