Konflik Rusia Vs Ukraina
Pakar Rusia Usul Permalukan Tahanan Perang Ukraina dalam Barisan Pawai saat Parade Hari Kemenangan
Pakar politik Krimea Ruslan Balbek mengusulkan untuk mempawaikan tahanan perang dari Ukraina pada perayaan Hari Kemerdekaan Krimea.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pakar politik Krimea Ruslan Balbek mengusulkan untuk mempawaikan tahanan perang dari Ukraina pada perayaan Hari Kemerdekaan Krimea.
Ia menilai hal tersebut perlu dilakukan untuk menunjukkan bahwa para tentara yang ditangkap Rusia masih dalam kondisi baik.
Selain itu, parade tersebut dimaksudkan untuk memamerkan tahanan perang pada penduduk Krimea agar bisa melihat sosok yang diklaim melakukan penyerangan.
Baca juga: Berhasil Menyusup ke Wilayah Rusia, Drone Ukraina Rekam Tempat Pembuangan Alat Militer
Baca juga: Ukraina Tuduh Rusia Kurung Tahanan Perang di Kamp Kerja Paksa Tempat Para Penjahat
Diketahui, Parade Hari Kemenangan dilakukan setiap tanggal 9 Mei sebagai peringatan aneksasi semenanjung Krimea oleh Rusia.
Pada hari tersebut, pemerintah Rusia mengadakan parade militer yang terdiri dari para tentara dan perlengkapan tempur kebanggaan mereka.
Namun kali ini, Balbek mengusulkan adanya hal berbeda yakni dengan mengajak serta barisan tahanan tentara Ukraina.
"Pada parade untuk menghormati Hari Kemenangan di Sevastopol, saya menganggap bijaksana, setelah melewati barisan parade, untuk memimpin kaki tangan rezim Nazi Kyiv yang ditangkap," kata Balbek kepada RIA Novosti, Jumat (29/4/2022).
"Prajurit ini melakukan perintah kriminal dengan senjata di tangan mereka, yang membuat rakyat Rusia dan Ukraina menderita."
Dikutip TribunWow.com, ahli Rusia tersebut menambahkan bahwa mereka yang membela rezim Kyiv tidak memiliki kewarganegaraan.
Ia secara terang-terangan menyebut mereka sebagai bandit dan teroris.
Dia menyebut tujuan utama dari tindakan semacam itu sebagai kesempatan bagi seluruh dunia untuk melihat perlakuan Rusia pada para tahanan.
Mengingat selama ini Rusia mendapat kritik dan tudingan mengenai kemungkinan menyiksa tahanan perang.
Namun hal serupa juga ditudingkan pada pasukan Ukraina yang disebut membunuh bahkan menyiksa tahanan tentara Rusia.
"Para prajurit yang menyerah ini masih hidup dan sehat, yang tidak dapat dikatakan tentang tawanan perang kita," ujar Balbek.
Pawai tersebut akan memungkinkan penduduk semenanjung Krimea yang dikuasai Rusia untuk mengenali penyerangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ukraina-menawarkan-pilihan-damai-agar-tentara-rusia-menyerah.jpg)