Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pakar Rusia Usul Permalukan Tahanan Perang Ukraina dalam Barisan Pawai saat Parade Hari Kemenangan

Pakar politik Krimea Ruslan Balbek mengusulkan untuk mempawaikan tahanan perang dari Ukraina pada perayaan Hari Kemerdekaan Krimea.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Kementerian Pertahanan Rusia via AFP
Pasukan terjun payung Rusia menaiki pesawat kargo militer untuk berangkat ke Kazakhstan. Terbaru, ahli usulkan tentara Ukraina yang menjadi tahanan perang dipawaikan pada parade Hari Kemenangan, Jumat (29/4/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar politik Krimea Ruslan Balbek mengusulkan untuk mempawaikan tahanan perang dari Ukraina pada perayaan Hari Kemerdekaan Krimea.

Ia menilai hal tersebut perlu dilakukan untuk menunjukkan bahwa para tentara yang ditangkap Rusia masih dalam kondisi baik.

Selain itu, parade tersebut dimaksudkan untuk memamerkan tahanan perang pada penduduk Krimea agar bisa melihat sosok yang diklaim melakukan penyerangan.

ICBM Topol milik Rusia dipamerkan di luar Moskow dalam parade tahunan nasional Hari Kemenangan 9 Mei. Terbaru, pihak Rusia mengklaim telah menyiagakan pasukan dan persenjataan nuklir untuk melakukan serangan ke Ukraina, Senin (28/2/2022).
ICBM Topol milik Rusia dipamerkan di luar Moskow dalam parade tahunan nasional Hari Kemenangan 9 Mei. Terbaru, pihak Rusia mengklaim telah menyiagakan pasukan dan persenjataan nuklir untuk melakukan serangan ke Ukraina, Senin (28/2/2022). (AFP/Dima Korotayev)

Baca juga: Berhasil Menyusup ke Wilayah Rusia, Drone Ukraina Rekam Tempat Pembuangan Alat Militer

Baca juga: Ukraina Tuduh Rusia Kurung Tahanan Perang di Kamp Kerja Paksa Tempat Para Penjahat

Diketahui, Parade Hari Kemenangan dilakukan setiap tanggal 9 Mei sebagai peringatan aneksasi semenanjung Krimea oleh Rusia.

Pada hari tersebut, pemerintah Rusia mengadakan parade militer yang terdiri dari para tentara dan perlengkapan tempur kebanggaan mereka.

Namun kali ini, Balbek mengusulkan adanya hal berbeda yakni dengan mengajak serta barisan tahanan tentara Ukraina.

"Pada parade untuk menghormati Hari Kemenangan di Sevastopol, saya menganggap bijaksana, setelah melewati barisan parade, untuk memimpin kaki tangan rezim Nazi Kyiv yang ditangkap," kata Balbek kepada RIA Novosti, Jumat (29/4/2022).

"Prajurit ini melakukan perintah kriminal dengan senjata di tangan mereka, yang membuat rakyat Rusia dan Ukraina menderita."

Dikutip TribunWow.com, ahli Rusia tersebut menambahkan bahwa mereka yang membela rezim Kyiv tidak memiliki kewarganegaraan.

Ia secara terang-terangan menyebut mereka sebagai bandit dan teroris.

Dia menyebut tujuan utama dari tindakan semacam itu sebagai kesempatan bagi seluruh dunia untuk melihat perlakuan Rusia pada para tahanan.

Mengingat selama ini Rusia mendapat kritik dan tudingan mengenai kemungkinan menyiksa tahanan perang.

Namun hal serupa juga ditudingkan pada pasukan Ukraina yang disebut membunuh bahkan menyiksa tahanan tentara Rusia.

"Para prajurit yang menyerah ini masih hidup dan sehat, yang tidak dapat dikatakan tentang tawanan perang kita," ujar Balbek.

Pawai tersebut akan memungkinkan penduduk semenanjung Krimea yang dikuasai Rusia untuk mengenali penyerangnya.

Halaman 1/3
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved