Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Tuduh Rusia Kurung Tahanan Perang di Kamp Kerja Paksa Tempat Para Penjahat

Rusia dituding telah melanggar hukum internasional dengan cara memerlakukan tahanan perang dengan buruk.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Capture Video RIA Novosti
Pimpinan Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, membagikan video berisi 6 pria dikatakan sebagai tentara Ukraina yang menyerah dan meminta maaf pada Rusia, Kamis (31/3/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Rusia dituding telah memperlakukan tahanan perang para tentara Ukraina secara buruk.

Tudingan ini disampaikan oleh ombudswoman hak asasi manusia Ukraina, Lyudmila Denisova.

Denisova menyebut Rusia telah melanggar hukum internasional karena memperlakukan para tahanan perang tidak sesuai aturan.

Baca juga: Zelensky Heran Alasan Rusia Rudal Ibu dan Bayi di Ukraina: Bagaimana Dia Mengancam Rusia?

Baca juga: Istri dan Anaknya Tewas Dirudal Rusia, Pria di Ukraina Ingin Kisah Pilunya Bisa Hentikan Perang

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, Rusia disebut menempatkan para tahanan perang di kamp kerja paksa yang aslinya difungsikan untuk para kriminal.

Denisova menyebut ada dua kamp kerja paksa yang dipakai oleh Rusia untuk menempatkan para tahanan perang yakni di daerah Rostov yang dekat dengan perbatasan Ukraina.

Ia mengatakan, para tahanan perang di sana dijaga oleh sipir penjara dan hidup dalam kondisi yang buruk, serta menyalahi aturan konvensi jenewa tentang perlakuan tahanan perang.

Di sisi lain, tentara Ukraina memberikan kesaksian mengenai perlakuan pasukan Rusia yang menangkapnya.

Meski menjadi tawanan perang, para marinir itu mengaku mendapat perlakuan yang layak.

Padahal, tentara-tentara itu sebelumnya sempat merasa takut akan mengalami penyiksaan.

Dilansir TribunWow.com dari TASS, Rabu (20/4/2022), Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Selasa membagikan video tawanan perang Ukraina.

Para tentara Ukraina yang terluka, berbicara tentang perlakuan layak yang diberikan Rusia terhadap mereka.

Yury Andrieyenko, seorang pelaut dari Brigade Marinir ke-36 Ukraina, menceritakan awal mula luka yang didapat.

Ia mengaku terkena ledakan ranjau yang dipasangnya sendiri.

Kemudian setelah ditemukan tentara Rusia, Andrieyenko segera mendapat perawatan.

“Saya menderita luka setelah ledakan yang disebabkan oleh jebakan, yang saya coba pasang sendiri,"kata Andrieyenko.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved