Konflik Rusia Vs Ukraina
Soroti Perubahan Sikap Putin, Eks Presiden Ukraina Yakin Rusia akan Kalah
Mantan Presiden Ukraina meyakini Ukraina akan mampu menang dalam perang melawan Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Diduga bahwa sanksi tersebut dijatuhkan sebagai upaya untuk melemahkan Rusia.
Putin juga mengaku kaget menyaksikan Barat terang-terangan memperlihatkan dukungan untuk Ukraina.
"Yang mengejutkan kami, diplomat tingkat tinggi di Eropa dan Amerika Serikat menyerukan satelit (pengikut) Ukraina mereka untuk menggunakan semua kemampuan mereka untuk menang di medan perang, diplomasi yang aneh di antara mitra kami di Amerika Serikat dan di Eropa. Para diplomat bahkan menyerukan ini," ujar Putin.
Selain sanksi, Barat diduga juga telah mencoba memecah belah masyarakat Rusia dan menghancurkan negara tersebut.
Setelah tahu bahwa Ukraina tak mungkin menang, Barat berupaya meruntuhkan Rusia dari dalam.
Namun usaha itu tak berhasil lantaran rakyat Rusia memberikan dukungan penuh untuk pemerintah.
"Tetapi karena menyadari bahwa ini (Ukraina menang) tidak mungkin, tugas lain muncul untuk memecah masyarakat Rusia, menghancurkan Rusia dari dalam. Tapi di sini juga, halangan tidak berhasil," ungkap Putin.
"Masyarakat kami menunjukkan kedewasaan, solidaritas, mendukung angkatan bersenjata kami, mendukung upaya kami yang bertujuan memastikan keamanan Rusia sendiri tanpa syarat dan mendukung warga yang tinggal di Donbas," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Putin mengklaim bahwa invasi di Ukraina telah mengungkap fakta mencengangkan.
Rusia menemukan pelanggaran hukum internasional oleh Nazi, yang diantaranya termasuk pembunuhan.
"Selama operasi khusus, fakta massal pelanggaran paling berat terhadap norma-norma hukum internasional oleh formasi neo-Nazi Ukraina, tentara bayaran asing terungkap," beber Putin.
"Kita berbicara tentang pembunuhan warga sipil, penggunaan orang, termasuk anak-anak, sebagai perisai manusia, tentang kejahatan lainnya."
Menurutnya, Ukraina sengaja memancing di air keruh untuk memprovokasi tentara Rusia.
"Provokasi terang-terangan terhadap Angkatan Bersenjata kita, termasuk yang menggunakan sumber daya media asing dan jejaring sosial, juga memerlukan penyelidikan menyeluruh," pungkasnya.
Baca juga: Update Mariupol: Rusia Umumkan Gencatan Senjata di Pabrik Azovtal, Beri Waktu Evakuasi Warga Ukraina
Baca juga: Bertemu Zelensky, Menlu AS Sebut Rusia Gagal Capai Tujuan Perang: Ukraina Berdiri Kokoh
Putin Diprediksi Nekat Serang Pangkalan NATO
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2baktian-gereja-minggu-2442022.jpg)