Konflik Rusia Vs Ukraina
Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-62, Moldova Diserang hingga Sekjen PBB Temui Putin
Sejumlah peristiwa penting terjadi pada hari ke-62 invasi Rusia ke Ukraina, Selasa (26/4/2022).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Akibat serangan tersebut, penghalang jalan akan dipasang di pintu masuk kota-kota Transnistria.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Moldova Maia Sandu akan mengadakan pertemuan dewan keamanan tertinggi negara itu sore ini.
Kementerian pertahanan Ukraina mengatakan penembakan gedung pemerintah di Transnistria adalah provokasi yang direncanakan oleh Rusia.
Pasalnya, seorang pejabat militer Rusia sebelumnya telah menyarankan bahwa Rusia yang berada di selatan Ukraina akan menyediakan koridor ke Transnistria, di mana sebuah garnisun Rusia telah ditempatkan sejak tahun 1990-an.
Denis Pushilin, pemimpin Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri, mengatakan bahwa fase berikutnya dari intervensi militer Rusia sangatlah penting setelah insiden keamanan di luar kawasan.
Dia mengutip ledakan yang terjadi di Transnistria, serta tuduhan Rusia menembaki wilayah perbatasannya oleh pasukan Ukraina.
Baca juga: Abaikan Ancaman Nuklir Putin, Finlandia dan Swedia akan Gabung NATO dalam Waktu Dekat
Baca juga: Rusia Sebut Potensi Perang Nuklir Terus Meningkat: Ada Banyak yang Menginginkannya
Swedia dan Finlandia Putuskan Gabung NATO
Swedia dan Finlandia dikabarkan telah sepakat untuk mengajukan aplikasi keanggotaan ke aliansi NATO pada awal pertengahan bulan depan.
Dua negara tersebut mengabaikan ancaman Rusia yang sempat mengangkat isu penggunaan bom nuklir.
Menyusul kabar tersebut, Kementerian Pertahanan Belarus mengatakan pihaknya dan Rusia akan mengadakan latihan gabungan angkatan udara dan pertahanan udara mereka.
Campur Tangan Internasional
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, telah melakukan perjalanan ke Moskow untuk bertemu Putin.
Petremuan ini digelar dalam upaya untuk menempatkan PBB sebagai mediator Rusia dengan Ukraina.
Dia juga dijadwalkan bertemu dengan menteri luar negeri Rusia, Sergei Lavrov, sebelum kemudian melakukan perjalanan ke Ukraina.
Di sisi lain, Guterres telah menghadapi kritik dari Ukraina karena tidak mengunjungi Kyiv terlebih dahulu dan karena gagal melakukan intervensi secara tegas sebelum Rusia menginvasi pada 24 Februari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/tentar2h-teater-di-mariupol-ukraina-pada-12-april-2022.jpg)