Konflik Rusia Vs Ukraina
Video Peluncuran Rudal 'Setan' Andalan Putin, Disebut 1.000 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima
Rusia melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antar benua di tengah memanasnya konflik dengan Ukraina, Rabu (20/4/2022).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Rusia melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antar benua di tengah memanasnya konflik dengan Ukraina, Rabu (20/4/2022).
Presiden Rusia Vladimir Putin membanggakan rudal tersebut sebagai senjata yang tak bisa dihentikan.
Bahkan, misil tersebut dikatakan memiliki kekuatan penghancur 1.000 lebih besar dibanding bom nuklir Hiroshima-Nagasaki saat perang dunia kedua.
Baca juga: Rusia Berpotensi Tingkatkan Serangan Siber di Tengah Kekhawatiran atas Ancaman Bom Nuklir
Baca juga: Pesawat Nuklir Rusia Tertangkap Kamera Terbang Rendah di Perbatasan Ukraina, Gertakan atau Serangan?
Dikutip TribunWow.com dari Russia Today, Kamis (21/4/2022), militer Rusia melaporkan Rudal Balistik Antar Benua RS-28 Sarmat Rusia telah sukses diluncurkan dari kosmodrom Plesetsk di utara negara.
Peluncuran ini adalah yang uji pertama dari serangkaian uji coba yang diperlukan untuk mengadopsi senjata baru oleh pasukan strategis Rusia.
Disebutkan bahwa rudal itu terbang melintasi seluruh negeri, mendarat di lokasi uji coba di Timur Jauh Rusia.
"Hulu ledak inert mendarat di area yang ditentukan di tempat pelatihan Kura di Semenanjung Kamchatka," bunyi pernyataan militer Rusia.
Rudal strategis berbasis silo baru ini rencananya akan menggantikan ICBM Voevoda R-36M/R-36M2.
Dibandingkan dengan pendahulunya, Sarmat dapat membawa lebih banyak senjata, serta dilengkapi dengan jenis hulu ledak baru, termasuk unit peluncur hipersonik.
Putin menyebut peluncuran itu sebagai peristiwa yang sangat penting bagi Rusia, dan memberi selamat kepada militer atas keberhasilan peluncuran uji coba.
“Sistem baru ini memiliki karakteristik taktis dan teknis terbaik dan mampu menembus semua pertahanan anti-rudal modern. Tidak ada analog di dunia dan tidak akan ada untuk waktu yang lama," kata Putin.
"Senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi angkatan bersenjata kita, secara andal memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal dan membuat berpikir, mereka yang mencoba mengancam kita dalam hiruk pikuk retorika agresif."
Uji coba rudal baru diharapkan akan selesai akhir tahun ini.
Setelah itu, Sarmat secara resmi akan memasuki layanan dan amunisi pertama akan dipasok ke pasukan rudal strategis negara.
Dilansir The Sun, Rabu (20/4/2022), rudal hipersonik ini dijuluki sebagai 'Satan 2'.
Video menunjukkan rudal besar sepanjang 115 kaki diluncurkan dari silo bawah tanah, memicu bola api yang sangat besar.
Roket Sarmat berkecepatan 16.000 mph dan dapat membawa antara 10 hingga 15 hulu ledak yang memungkinkan untuk menjatuhkan beberapa nuklir di suatu area dalam satu serangan.
Bom ini dinilai 1.000 lebih kuat daripada yang dijatuhkan oleh AS di Hiroshima dan Nagasaki di Jepang selama Perang Dunia Kedua.
Ini berarti mereka mampu menghancurkan area seluas Inggris dan Wales atau Texas di AS.
Secara resmi dikatakan RS-28 Sarmat memiliki kemampuan untuk menggunakan lintasan dan rute tak terduga yang secara substansial menghambat penghancuran mereka bahkan oleh sistem pertahanan rudal canggih.
Pakar militer Dr Paul Craig Roberts mengklaim bahwa lima atau enam rudal Rusia dapat memusnahkan seluruh pantai timur AS.
Outlet berita Rusia Sputnik sebelumnya juga melaporkan bahwa roket RS-28 mampu memusnahkan bagian Bumi seukuran Prancis atau Texas.
Atas dasar itu, dilaporkan bahwa senjata itu dapat memusnahkan dua kali lipat luas wilayah Inggris dan Wales.
Rusia pertama kali mengumumkan sedang menguji coba rudal tersebut, pada Oktober 2017.
Pada saat itu, rudal ini digembar-gemborkan sebagai hulu ledak atom paling kuat dan mematikan di planet ini.
Biro Desain Roket Makeyev, produsen rudal, mengatakan rudal ini dibuat untuk mengamankan pencegah nuklir yang efektif dari pasukan strategis Rusia".
Dibangun dengan teknologi panduan baru yang mampu bernavigasi keliling bumi, senjata ini juga mampu menyerang dari arah yang tidak terduga di sebagian besar wilayah dunia.
Baca juga: Sebut Putin Buaya, PM Inggris Ungkap Niat Zelensky Pukul Mundur Rusia dari Wilayah Ukraina
Baca juga: PBB Buka Suara soal Potensi Perang Nuklir antara Rusia Vs Ukraina
Simak video selengkapnya peluncuran RS-28 Sarmat Rusia yang dibagikan kanal BBC berikut ini:
Kecanggihan Rudal Hipersonik Rusia
Rusia disebut-sebut telah mengeluarkan senjata hipersonik untuk meluluhlantakkan sejumlah sasaran di Ukraina.
Rudal tersebut rupanya memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan rudal balistik lain.
Pasalnya, rudal yang dibuat dengan bahan khusus tersebut bisa melampaui kecepatan suara hingga lima kali lipat.
Dikutip TribunWow.com dari Aljazeera, Selasa (22/3/2022), kata hipersonik berarti segala sesuatu yang bergerak dengan kecepatan lima kali kecepatan suara.
Yakni sekira 6.174 kilometer per jam (3.836 mph) atau lebih.
Kebanyakan rudal balistik sudah bergerak secepat ini, hal itu penting karena memberi lebih sedikit peringatan pada lawan dan lebih sedikit waktu untuk bereaksi.
Namun, yang membuat rudal hipersonik berbeda adalah peluru kendali ini meluncur di atmosfer atas dan sangat mudah bermanuver.
Rudal balistik, setelah diluncurkan, memiliki kemungkinan yang sangat terbatas untuk mengubah arahnya, seperti bola jika dilempar.
Kemampuan manuver pada kecepatan tinggi seperti itu, merupakan atribut utama dari senjata ini.
Apalagi mengingat rudal ini diluncurkan dari ketinggian yang tak dapat dideteksi radar.
Namun, tantangan teknologi untuk jenis rudal hipersonik ini sangat besar.
Untuk dapat terbang dengan kecepatan ekstrim, gesekan udara dan peningkatan suhu menjadi 2.200 derajat Celcius menjadi hambatan utama.
Sebagai perbandingan, titanium yang merupakan material logam yang sangat kuat, akan meleleh pada suhu 1.670 C.
Karenanya, rudal hipersonik ini harus dibentuk dan dibangun dari bahan yang sangat canggih, serta dirancang untuk tahan terhadap kondisi ekstrem seperti itu.
Apalagi, untuk bermanuver dengan bebas dari ketinggiang, struktur rudal ini harus dibuat dengan benar-benar kuat.
Dilaporkan pada uji coba awal, rudal hipersonik ini benar-benar terkoyak saat diarahkan menikung ke jalur baru.
Senjata baru ini masih belum sepenuhnya dikembangkan karena perancang militer masih terus berjuang untuk menghasilkan model uji yang layak yang dapat dioperasikan dengan baik.(TribunWow.com/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rudal-balistik-antar-benua-rs-28-sarmat-milik-rusia-yang-dijuluki-satan-2.jpg)