Konflik Rusia Vs Ukraina
PBB Buka Suara soal Potensi Perang Nuklir antara Rusia Vs Ukraina
PBB buka suara soal potensi terjadinya perang nuklir hingga penggunaan senjata kimia dan biologis dalam konflik Rusia vs Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sejumlah pihak semakin khawatir Rusia akan menggunakan senjata nuklir dalam konflik melawan Ukraina yang kini telah memasuki babak baru.
Ukraina dan Rusia telah mengumumkan babak baru perang akan dilakukan di daerah Donbass.
Terkait penggunaan senjata nuklir, pemerintah Rusia telah menyatakan sampai saat ini masih mempertimbangkan untuk menggunakan senjata konvensional.
Baca juga: Rusia Serang Donbass, Ahli Duga Putin Ingin Hapus Ukraina dari Peta hingga Potensi Pakai Nuklir
Baca juga: Ahli di China Ungkap Potensi Perang Dunia 3 hingga Kemungkinan Putin Pakai Nuklir Gara-gara Biden
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan tidak pernah terpikirkan akan terjadi perang nuklir di masa-masa sekarang ini.
Pernyataan ini disampaikan oleh Stephane Dujarric selaku juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres pada selasa (19/4/2022).
Seorang reporter menanyakan kepada Dujarric apakah PBB memilki persiapan tertentu apabila senjata nuklir dan kimia digunakan dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.
Enggan menjawab soal itu, Dujarric menyatakan tidak pernah terpikirkan akan ada perang nuklir.
"Pikiran tentang konflik nuklir saja tidak terpikirkan. Tak perlu dikatakan lagi bahwa penggunaan segala jenis senjata kimia atau biologi akan menjadi kekejaman dan bertentangan dengan hukum internasional," paparnya.
Dikutip TribunWow.com dari Sky News, eks duta besar Inggris untuk Rusia mengutarakan kekhawatirannya bahwa bukan tidak mungkin Rusia akan menggunakan senjata nuklir.
Kekhawatiran ini telah dijawab oleh pemerintah Rusia.
Pada Selasa (19/4/2022), Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov ditanya apakah Rusia mempertimbangkan menggunakan senjata nuklir di Ukraina.
Jawaban yang diberikan oleh Lavrov cenderung abu-abu dan tidak tegas.
"Dalam tahap ini, kita mempertimbangkan opsi menggunakan senjata konvensional," ujar Lavrov.
Sky News mendeskripsikan jawaban dari Lavrov dapat diartikan sebagai ancaman.
Konflik antara Rusia dan Ukraina diprediksi akan menjadi awal pecahnya perang dunia ketiga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pesawat-tu-95-rusia-bears-yang-terbang-rendah-di-perbatasan-ukraina.jpg)