Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Sosok Ramzan Kadyrov, Pemimpin Republik Chechnya yang Bantu Presiden Rusia Putin Serang Ukraina

Inilah sosok Ramzan Kadyrov, pemimpin wilayah Chechnya sekaligus sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.

AFP/ Alexey Nikolsky
Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov (kiri) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin saat berada di Grozny, October 2008. 

TRIBUNWOW.COM - Inilah sosok Ramzan Kadyrov, pemimpin wilayah Republik Chechnya sekaligus sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dilansir BBC Indonesia, Ramzan Kadyrov, menyebut pasukan Rusia akan sepenuhnya mengambil alih pabrik baja Azovstal.

Tempat itu merupakan basis pasukan Ukraina yang berupaya keras mempertahankan kota pelabuhan Mariupol di Ukraina selatan.

"Hari ini, dengan bantuan Yang Maha Kuasa, kami akan mengambil alih Azovstal sepenuhnya", kata Kadyrov dalam pesan audio di saluran Telegram miliknya, seperti dikutip kantor berita Reuters pada Selasa (19/4/2022).

Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov saat berpidato di depan pasukannya, diunggah Kamis (3/3/2022).
Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov saat berpidato di depan pasukannya, diunggah Kamis (3/3/2022). (Capture YouTube Kompas TV)

Baca juga: Kadyrov Pastikan Mariupol Jatuh Hari Ini Juga, akan Jadi Kemenangan Besar Pertama Rusia

Rusia sudah meminta tentara Ukraina dan pasukan asing yang bersembunyi di pabrik Azovstal untuk meletakkan senjata, "jika ingin hidup".

Siapa Ramzan Kadyrov?

Milisi Chechnya pada suatu ketika menembakkan senjata ke segala arah.

Pada saat yang sama tahanan Ukraina berlutut dengan tatapan kosong.

Beberapa jenazah tahanan terlihat diseret.

Peristiwa itu dibanggakan Kadyrov, sebagai bukti perjuangan anak buahnya di Ukraina demi Rusia. Dia mengunggah rekaman itu di akun media sosialnya, seperti yang dikabarkan kantor berita AFP.

Kadyrovtsy adalah milisi Chechnya "dengan reputasi jahat".

Mereka dikerahkan untuk bergabung dengan pasukan Rusia di Ukraina.

Publik Ukraina menyebut orang-orang Chechnya termasuk di antara pasukan invasi Rusia "yang paling brutal".

Baca juga: Rusia Berpotensi Tingkatkan Serangan Siber di Tengah Kekhawatiran atas Ancaman Bom Nuklir

Ramzan Kadyrov, pemimpin milisi itu, dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia, antara lain penyiksaan dan eksekusi mati.

Namun dia secara bangga mengunggah video pertempuran anak buahnya di Ukraina ke Telegram.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
Tags:
Ramzan KadyrovRepublik ChechnyaKonflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskySosok
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved